Farewell My Love


Untitled-1
Author: Zhakiah
Length: Oneshoot
Oc: Kang Zhe Na
Lee Jinki
Dll
==
SELAMAT MEMBACA

perpisahan yang paling menyakitkan, disaat kita tidak bisa melihat wajah orang yang kita sayangi untuk yang terakhir kalinya

Siang itu udara sangat dingin dan mencekam, membuat orang- orang enggan untuk keluar dari rumah dan lebih memilih berdiam diri di rumah denan melakukan berbagai aktivitas seperti, tidur, menonton siaran televisi, dan berbagai macam kegiatan lainnya. Namun tidak dengan yeoja yang sedang melintasi rintikan derasnya air hujan dengan menggunakan sebuah payung ditangannya

 
“ aaa..sepertinya disini” ujar yeoja tersebut setelah sampai didepan sebuah kafe, buru- buru ia menutupkan payungnya dan diletakkannya ditempat penitipan payung di depan kafe itu, setelah meletakkan payung dipenitipan bergegas ia masuk ke dalam kafe dan mencari seseorang, yeoja itu melihat ke arah namja yang sedang melambaikan tangannya, buru- buru ia melangkah ke arah namja yang melambaikan tangan ke arahnya tadi

 
“ hujan sangat deras, jadi jalan macet” ujar zhe na menjelaskan keterlambatannya pada namja yang ada di depannya sambil mendudukkan diri di kursi, tidak berapa lama datanglah seorang pelayan menghampiri meja mereka,” kau ingin pesan apa?” tanya zhe na

 
“ opso..aku hanya sebentar disini” jawab namja tersebut, terlihat sekali- kali namja itu menggosokkan kedua tangannya, sepertinya ia sedang gelisah, tapi tidak tau apa yang sedang ia pikirkan sampai membuat ia gelisah seperti itu
Gadis itu mengerutkan keningnya, apa yang sedang terjadi dengan kekasihnya, pikir gadis itu di dalam hati, akhirnya dia mengembalikan daftar menu kepada pelayan tersebut “ jika kami ingin pesan baru kami memanggil kalian” ujar zhe na ramah pada pelayan tersebut, akhirnya pelayan itu meninggalkan mereka berdua

 
“ wae? Apa ada sesuatu yang terjadi? Tanya zhe na pada jinki

 
Jinki menarik nafasnya secara perlahan, dipejamkannya mata sebentar setelah mendapat kekuatan ntah dari mana baru ia membukakan matanya, dan melirik ke arah zhe na “ aku ingin putus” ujar jinki tanpa sedikit beban mengucapkan kata putus

 
Seperti gemuruh petir menyambar hati gadis itu, tidak ada satupu kata- kata yang keluar dari bibir mungilnya, hanya ada tatapan tidak percayanya terhadap perkataan jinki, kenapa jinki meminta putus? Bukankah hubungan mereka selama ini baik- baik saja? Apa aku melakukan kesalahan? Aani, aku tidak melakukan kesalahan, apa dia hanya bercanda? Zhe na masih bergelung dalam pikirannya

 
“ wae? Akhirnya zhe na membuka mulutnya untuk bertanya ,apa alasan jinki meminta putus, diliriknya jinki yang ada di depannya dengan mata yang sudah merah memendung air mata, hanya hitungan detik air mata itu akan bercucuran membasahi wajahnya.

 
Secara perlahan jinki menarik nafasnya, diliriknya wajah zhe na, jinki tidak tahan melihat wajah zhe na seperti menahan air mata, ia seperti ingin pergi ke arah zhe na, dan memeluknya, tapi itu hanyalah sebetas keinginan hatinya beda dengan kenyataan yang dilakukan oleh jinki

 
“ aku hanya ingin putus saja, mungkin aku sudah bosan denganmu, tidak ada lagi perasaan seperti pertama kali aku bertemu denganmu” jawab jinki tanpa memikirkan perasaan zhe na, jauh dari lubuh hati jinki, perasaan itu masih ada bahkan semakin hari semakin bertambah, tapi itu lah jinki, beda yang dikatakan hatinya, beda pula yang dilakukannya

 
“ geotjima…” ujar zhe na tak percaya dengan apa yang diucapkan jinki, karena gadis itu tau bagaimana kekasihnya, kekasihnya tidak akan seperti itu, jinki yang dikenalnya tidak seperti itu, jinki yang dikenalnya sangat lembut, baik hati, penyayang, tidak ada sedikit pun kata- kata kasar yang kelaur dari mulutnya selama mereka pacaran

 
“ apa ada sesuatu yang terjadi padamu? Tanya gadis itu, masih meyakinkan hatinya bahwa kekasinya tidak akan seperti itu “ kau tidak akan seperti ini oppa”

 
“ terserah apa katamu, yang penting aku benar- benar ingin putus, dan menghilanglah dari hadapanku” ujar jinki seraya meinggalkan tempat itu “ dan satu lagi panggil aku jinki saja jika masih sudi memanggilku” dan akhirnya jnki benar- benar meninggalkan gadis itu di kafe

 
Jinki tidak punya pilihan lain, selain mengatakan itu semua, zhe na sangat keras kepala, dia kan selalu bersi keras dengan pendapatnya, jika katanya jinki berbohong maka dia tidak akan melepaskan jinki, dan hanya dengan cara itu mudah- mudah zhe na berhenti dan melepaskannya

==

Zhe na masih terdiam di kafe tempat mereka bertemu tadi, wajahnya yang ia tutup dengan kedua tangan sambil menyandarkan tubuh ke meja, ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia alami, kekasih yang selama ini sangat ia cintai memutuskan hubungan mereka secara sepihak tanpa ada masalah sedikitpun, dan kini ia harus menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi melihat senyuman manis kekasihnya

“ apa yang harus aku lakukan? Tanya gadis itu pada diri sendiri, berapa jam kemudian datanglah seorang pelayan menghampiri zhe na
“ permisi, agasshi…kami sebentar lagi ma tutup” ujar pelayan itu dengan sangat sopan, agar tidak membuat zhe na marah dan merasa seperti terusir, gadis itu mengangkatkan kepalanya dan melirik ke arah pelayan yang sudah ada di sampingnya, setelah itu ia menagmbil tas yang ada disampingnya dan bergegas meninggalkan kafe tersebut.

Setelah zhe na keluar dari kafe tersebut, ternyata hujan sudah berhenti zhe na memutuskan untuk mencari taksi, tidak berapa lama ia mendapatkan taksi dan bergegas masuk ke dalam taksi tersebut, selama perjalanan pulang zhe na terus menatap ke arah luar jendela dengan mata yang sayu

==

“ oppa, apa kau mencintaiku”?tanya zhe na kepada jinki sambil merangkul sebelah tangan jinki, mereka sedang berjalan menuju ke sebuah bioskop

 
“ apa aku harus menjawabnya? Tanya jinki balik bertanya pada kekasih yang sangat dicintanya
Dengan cepatnya zhe na mengangguk, mngiyakan pertanyaan jinki, jinki tersenyum melihat kekasihnya yang selalu bertanya apakah ia mencintainya “ neomu…saranghae” jawab jinki sambil mempererat rangkulannya dengan zhe na
“ jinja?” ujar zhe na senang dengan jawaban jinki, jinki mengangguk mengiyakan bahwa ia sangat mencintai zhe na “ nado, saranghae” ujar zhe na

==

Sekarang tidak akan ada lagi yang mengucapkan kata- kata cinta untuknya, tidak ada lagi yang memanjakannya, tidak ada lagi yang mengkhwatirkannya, sekarang hanya tinggal ia sendiri “ andwe…aku akan minta penjelasannya, tidak mungkin karna dia bosan” ujar zhe na masih tidak percaya

 
Gadis itu mengambil ponsel yang ada ditasnya, dan ditekannya sebuah no, tidak ada jawaban hanya suara operator yang mengatakan ” no yang anda tuju tidak menjawab” zhe na tidak putus asa, terus dihubunginya no tersebut sampai pemilik no itu menjawabnya

 
“ kenapa tidak kau jawan saja?” tanya jonghyun pada jinki yang menatap ke arah ponsel yang terus berdering

 
“ jika aku menjawabnya, dia pasti berbicara sambil menangis, dan itu membuat hati ku sakit” jawab jinki dengan mata penuh penyesalan melihat ke arah ponselnya yang terus berdering

 
“ jika kalian sama- sama terluka seperti ini, kenapa kau tidak jujur saja? Jonghyun masih bertanya pada jinki, tidak ada teman yang sanggup melihat temannya sendiri sedang menderita, itu lah yang di rasakan jonghyun melihat jinki seperti itu

 
“ jika aku memberitahu dia sekarang, dia akan tersakiti, aku tidak mau melihat dia seperti itu”

 
“ tapi dia tidak punya siapa- siapa…..” jonghyun bersikeras mmbuat jinki kembali dengan zhe na dan menceritakan semuanya

 
“ karena aku tau dia tidak punya siapa- siapa, makanya aku tidak mau dia merasa kehilangan” ujar jinki masih bersikeras dengan pemikirannya, jonghyun hanya menghembus nafasnya kasar dan berlalu meninggalkan jinki di ruang tamu “ jika ada yang ingin kau minta tolong, kasih tau saja padaku” ujar jonghyun seraya berlalu

 
Jinki melirik sekilas ke arah jonghun, dan kemudia kembali melihat layar ponselnya yang mash berdering dn masih dari orang yang sama, jinki merasa kasian dengan zhe na tapi tidak ada jalan lain selain ini menurut jinki dan akhirnya jinki menjawab panggilan tersebut.

 
Karena terlalu lelah menelpon jinki, gadis itu tertidur sambil memegang ponselnya tanpa ia sadari kalau jinki menjawab panggilannya dan mendengar suara nafasnya.

==

Zhe na terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah ponselnya, dlihatnya di kontak panggilan, baru ia sadar kalau tadi malam jinki menjawab panggilannya, dilihatnya durasi panggilannya sekitar 2 jam 40 menit “ pabo, kenapa aku bisa ketiduran” rutuk zhe na sambil memukul kepalanya

Setelah itu zhe na buru buru menuju kamar mandi, setidaknya walaupun ia tidak memiliki pegangan hidup seperti jinki ia harus kuliah pikirnya dalam hari, setelahs selesai mandi bergegas zhe na mencari pakaian, dan akhirnya ia memutuskan memakai kaos berwarna kuning dan celana jeans

Zhe na duduk di bangku dekat tempat parkiran menunggu jinki, sekitar 30 menit datang lah mobil iinki zhe na yang melihat mobil jinki buru buru melangkah menuju tempat jinki memarkirkan mobil, sesampainya disana zhe na hanay berdiri menungu jinki keluar, tapi hanya ada jonghyun yang keluar dari mobil jinki

“ mana jinki? Tanya zhe na pada jonghyun yang baru turun dari mobil

“ dia tidak kuliah hari ini” jawab jonghyun seraya meninggalkan zhe na di parkiran agar ia tidak ditanya berbagai macam dengan zhe na, zhe na yang mlihat jonghun meninggalkannya buru- buru mengejar jonghyun

“ wae? Apa dia sakit? Tanya zhe na penasaran

Jonghyun menghntikan langkahnya, kemudian membalikkan badannya ke arah zhe na “ ya..dia sakit” jawab jonghyun dalam hati “wae? Bukannya kalian sudah putus? Ujar jonghyun balik bertanya kepada zhe na

Mendengar jonghyun berkata seperti itu, membuat zhe na berpikir bahwa jinki benar- benar memutuskannya, jika hanya kebohongan tidak mungkinkan jinki cerita ke jonghyun ujar zhe na dalam hati” hanya ingin tau saja” jawab zhe na

“ apa kau tau kenapa jinki memutusku secara mendadak? Tanya zhe na

“ karena dia terlalu menyayangimu, dan tak ingin nkau terluka” lagi- lagi jonghyun menjawab dalam hati, dan apa yang dia katakan tidak sesuai denagan kata hatinya“ bukankah wajar, putus dalam suatu hubungan, kalian tidak mungkin selalu bersama, pasti ada kalanya kalian berpisah? Jawab jonghyun

Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan jonghyun, seraya tersenyum “ sampaikan pesanku padanya, terimakasih sudah meninggalkan kenangan terbaik dan terburuk dalam hidupku, semoga kau bahagia” ujar zhe na seraya berlalu meninggalkan jonghyun

 
“ semoga aku melakukan sesuatu yang benar” ujar jonghyun selepas zhe na pergi meninggalkannya

==

Hari demi hari berlalu, menjadi minggu,bahkan bulan, sudah 3 bulan jinki tidak menampakkan batang hidungnya dikampus itu, zhe na yang secara diam- diam menunggu jinki di parkiran mempunyai beribu pertanyaan kepada jonghyun, pagi ini ia sengaja cepat datang ke kampus, karena ia ingin menanyakan perihal jinki yang tak pernah muncul semenjak mereka putus
Sudah berjam- jam zhe na menunggu di parkiran tersebut tanpa sedetikpun ia beranjak, karena ia takut jika ia beranjak dari sana ia tidak akan ketemu dengan jonghyun, dan akhirnya ia menemukan jonghyun yang baru keluar dari mobilnya

 
“ jonghyun-shi” panggil zhe na menghentikan langkah jonghyun, jonghyun yang mendengar namanya di pangil menolehkan pandangan ke arah sumber suara, dan akhirnya dia mendapatkan zhe na yang sudah memanggil namanya

 
“ wae?” tanya jonghyun

 
“ dimana jinki? Aku tidak pernah melihat wajahnya selama ini, apa dia sakit?

 
Jonghyun melirik ke arah zhe na, dipandangnya gadis itu dengan seksama, sebelum dia menjawab pertanyaan gadis itu, dia hanya menarik nafasnya beberapa kali “ zhe na ya “ ujar jonghyun seraya memegang bahu zhe na lembut “ ya…dulu dia sakit, sekarang dia sudah sehat” jawab jonghyun

 
zhe na membalakkan kedua matanya, ketika mendengar bahwa selama ini jinki mantan kekasih yang sangat dicintainya sakit, “ kenapa kau tidak memberi tau ku?

 
“ dia melarangku” jawab jonghyun

 
“ wae”

 
“ dia tidak ingin membuat mu sedih zhe na” jawab jonghyun

 
“ apa aku boleh menjenguknya? Tanya zhe na pelan, seraya memegang tangan jonghyun, jonghyun menganggukkan kepalanya “ boleh” jawab jonghyun
Akhirnya jonghyun memutuskan untuk tidak kuliah dan membawa zhe na bertemu dengan jinki, selama di perjalanan zhe na terus bertanya tenatang jinki pada jonghyun

 
“ jonghyun-shi, ini bukan arah rumahnya jinki” ujar zhe na heran melihat ke arah jalan yang asing baginya

 
“ bukankah kau ingin berjumpa dengan jinki?” tanya jonghyun mengalihkan perkataan zhe na, zhe na hanya menganggukkan kepalanya

 
“ aku akan membawamu kepada jinki” tutur jonghyun

 
“ tapi dia benar- benar sudah sehatkan? Tanya zhe na, masih penasaran

 
“ iya, bahkan sekarang dia sangat sehat” jawab jonghyun

==

Akhirnya mereka sampai, zhe na menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, ini bukan rumah, ini pemakaman, ujarnya dalam hati, zhe na mulai merasa ada yang aneh “ kenapa kita ke sini” aku ingin bertemu jinki, mana jinki? Tanya zhe na dengan nada sedikit tinggi, ada rasa cemas di hati gadis itu, tapi ia tidak tau cemas karena apa

 
“ kau menyuruhku membawamu bertemu dengan jinki, aku mengabulkannya” ujar jonghyun “ turunlah, bukankah kau merindukannya? Tanya jonghyun seraya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk zhe na

 
“ jonghyun-shi……” zhe na tidak sanggup melanjutkan perkataanya, mulutnya seperti terkunci dengan rapat, dadanya terasa sesak dan hanya air mata yang mampu mengekspresikan apa yang sedang dirasakan oleh gadis itu
jonghyun mengangguk, seperti tau apa yang ingi zhe na tanyakan, dengan perlahan jonghyun merangkul zhe na dan membawanya ke makamnya jinki, setelah sampai di makan yang bertuliskan nama jinki, zhe na terduduk karena kakinya lemas dan tak sanggup untuk berdiri, gadis itu menangis sejadi-jadinya, tanpa suara sedikit pun, sekali- kali ia memukul dadanya yang terasa sesak
“ wae…. wae, kenapa kau seperti ini?
“ “..”…
“ wae?…oppa….” ujar zhe na disela tangisnya
“ “..”..
“ oppa….” zhe na tidak bisa melanjutkan kata-katanya, tidak lama kemudian semuanya menjadi gelap, dan zhe na tak sadarkan diri

==

Apa kau tau bagaimana rasanya, ditinggal oleh orang yang sangat kau cintai, rasanya seperti dunia ini akan ikut tenggelam dan terasa ingin ikut mati bersama, itu lah yang dirasaka zhe na, yang masih terbaring tidur dirumahnya jonghyunt, ia berharap jika ia bangun semua itu hanyalah mimpi belaka, perlahan ia membuka kedua matanya, berharap orang yang sangat dicintainya ada disampingnya menunggu ia membuka mata

 
“ apa kau sudah sadar?” tanya jonghyun melihat zhe na sudah membukakan matanya “kau tadi pingsan dimakamknya jinki, jadi aku membawamu kesini” jonghyun menjelaskan pada zhe na kenapa gadis itu berada dirumahnya

 
“ makamnya jinki? Tanya zhe na dalam hati, berarti itu semua nyata, dan jinki benar- benar meninggalkanya,” tak terasa zhe na kemabali meneteskan air matanya

 
“ berhentilah menangis, jinki akan sedih jika melihatmu seperti ini” ujar jonghyun sambil memberikan sebuah kotak, tidak begitu besar kepada zhe na, gadis itu menerima tanpa tau apa maksud dari jonghyun memberinya kotak yang tidak terlalu besar itu

 
“ ini dari jinki, dia menyuruhku untuk memberikannya padamu, ada surat didalamnya” tutur jonghyun

 
“ jonghyun- shi..boleh aku bertanya seseuatu?

 
“ mwo?

 
“ jinki sakit apa? Tanya zhe na

 
Jonghyun menarik nafasnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan zhe na “ ceritanya panjang, apa kau tau jinki pernah kecelakaan? Tanya jonghyun
Gadis itu mengangguk, dan jonghyun melanjutkan ceritanya “ saat dia kecelakaan, dia kehabisan banyak darah” jonghyun berhenti sejenak “ dan rumah sakit tidak sengaja mendonorkan darah orang yang menderita HIV” jadi semenjak itu jinki positif terkena HIV, disaat dia memutuskanmu, dia tau kalau waktunya tidak lama lagi dan tidak mau membuatmu menjadi sedih” ujar jonghyun

==

Setelah pulang dari rumah jonghyun, zhe na bergegas membuka kotak yang diberi jonghyun dan mengambil surat yanga di kotak itu, perlahan zhe na membuka amplop itu dan membacanya
Zhe na kekasihku
Terimakasih kau sudah menjadi bagian dari dalam hidupku
Terimakasih kau sudah mewarnai kehidupanku,
Terimaksih sudah mencintaiku selama ini
Zhe na cintaku..
Disaat kau sedang membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi disampigmu, tapi yakinlah aku selalu ada dihatimu, aku sangat mencintaimu zhe na, aku mencintaimu sampai nafas terakhirnku
Zhe na sayangku
Maaf aku berkata kasar pada mu waktu di kafe
Maaf aku menyakiti hatimu
Maaf aku meinggalkanmu sendiri disana
Maaf aku membuat mu menangis dengan semua kata- kataku
Tapi jika kau tau, aku lebih sakit karena melihat mu seperti itu zhe na
Hati ku sakit, tapi aku menahannya, karena jika aku menangis juga didepanmu
Kau tidak akan melepaskanku
Apa kau tau, kenangan terindah saat terakhir dengan mu?
Aku mendengar nafasmu disaat tidur
Zhe na hidupku
Apa kau mau berjanji padaku?

 
Zhe na berhenti sebentar membaca surat itu, dihapusnya air mata yang terus mengalir dari matanya, setelah itu dia melanjutkan bacaannya

 
Jangan pernah menangis lagi, jangan sekali- kali kau mnjatuhkan air mata mu
Jika kau tak menepati janji mu aku akan marah
Zhe na nafasku.
Cari lah orang lain yang selalu ada disampingmu
Jangan cari orang seperti aku yang meninggalkanmu dan membuat m menangis
Annyeong cintaku

==

Zhe na menangis sekuat- kuatnya setelah membaca surat dari jinki, “ tidak akan ada yang bisa menggantikanmu oppa” ujar zhe na di sela tangisnya ” kau memang tidak akan meninggalkan tempat ini ” tutur gadis itu

==

flashback

” zhe na-ya” jinki memanggil kekasihnya yang sedang memasak di dapur seraya melingkarkan tangannya di pinggang zhe na dari belakang

” wae?” apa kau sudah lapar oppa? tanya zhe na seperti tidak terganggu dengan lingkaran tangan  jinki dipinggangnya

” jika kau tidak ditakdirkan denganku, dan kau menikah dulu, jangan lupa mengundang oppa mu ini eoh?” oppa tidak akan kemana- mana, oppa akan selalu dikota ini”

zhe na melepasakan tangan jinki yang melingkar dipinggangnya, diputarkan badannya agar menghadap ke arah jinki ” aku tidak akan menikah, kalau tidak denganmu oppa” tutur gadis itu

==

Annyeong yeoreobu, eotthe? Mian, kalau masih banyak typo dan critanya gaje, tapi jangan lupa komentarnya ya all, sekali lagi mian, onew nya dibuat meninggal, karena author terlalu cinta dengan onew makanya dia dibuat meninggal, hahahaha gaje

Iklan

4 pemikiran pada “Farewell My Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s