Morning Delight #part 1 ( piece of memories)


MORNING

tulisan yang bercetak miring merupkan kisah masa lalu, atau kejadian sebelumnya

Selamat membaca

==

Author: Zhakiah
Length: chaptered
Genre: sad, angst, romantis
Oc: Im yae na
Oh Sehun
Dll
==


“ aku selalu melihatmu disini, apa yang nkau lakukan sepagi ini? yae na bertanya pada anak laki- laki yang sedang duduk dipasir pantai, anak laki- laki itu hanya menunjuk ke arah matahari, dan rae na melihat ke arah matahari yang ditunjuk oleh anak laki- laki tersebut

“ waaaaaa…ipeuta…” ujar rae na kagum meihat indahnya matahari yang sedang terbit di pagi hari

“ aku hanya ingin melihatnya, dia hanya menunjukkan keindahannya diwaktu seperti ini, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan keindahannya”

Yae na melirik ke arah anak laki- laki tersebut, dia tidak bisa melihat jelas bagaimana wajah anak laki- laki itu, karena terkena sinaran matahari yang menyilaukan pandangan yae na, tidak berapa lama anak laki- laki itu berdiri dan melangkah pergi meninggalkan yae na sendiri duduk dipantai

“ chakaman, “ ujar yae na menghentikan langkah anak laki- laki itu “ nan yae na imnida, Im Yae Na neo nuguya? Dengan penuh percaya diri yae na mengenalkan diri dan menanyakan siapa nama anak laki- laki itu, belum sempat anak laki- laki tersebut menyebutkan namanya, tiba- tiba eomma yae na datang menghampiri yae na “ apa yang nkau lakukan disini? Kaja”

Yae na mengikuti langkah ibunya yang membawanya pergi meninggalkan anak laki- laki itu, sekali- kali dilihatnya kebelakang hanya untuk melihat anak laki- laki itu, alhasil dia hanya melihat anak laki- laki itu melangkah pergi berlainan arah dengannya

==

“ yae na….” panggil seorang namja yang bernama baekhyun sambil menggoyang-goyangkan bahu yae na agar yae na bangun dari tidurnya, seperti biasa setelah pukul 5 subuh yae na akan pergi ke lantai atas rumahnya untuk melihat matahari terbit, dan setelah itu ya seperti ini, yae na terlelap tidur.

 
“ yak… im yae na, “ teriak baekhyun kesal, karena yae na tidak kunjung bangun dari tidurnya “apa nkau masih tidak mau bangun? Tanya baekhyun, baekhyun menyunggingkan sekilas senyuman dibibirnya, dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah yae na, sebelum wajah baekhyun semakin dekat dengan wajah yae na.

 
Karena merasakan ada suara nafas, perlahan yae na membukakan matanya, dan hanya mendapatkan sosok wajah baekhyun dihadapannya, yae na mengernyit kan dahinya melihat baekhyun yang berada sangat dekat dengannya, melihat yae na seperti itu buru- buru baekhyun menjauh dari hadapan yae na

 
“ kenapa kau kesini? Tanya yae na sambil mengusap- ngusapkan matanya

 
“ wae, nkau tanya kenapa? Ujar baekhyun kesal “ aaa…mungkin aku salah masuk rumah,apa aku pergi saja? aku hanya menjemput orang yang ingin berangkat kuliah denganku, dan dengan bodohnya aku menurutinya”

 
“ aaaaa matta, mian..kyeoanna” ujar yae na
Yae na akhirnya berdiri dan pergi masuk ke dalam rumahnya, baekhyun mengikuti yae na dari belakang setelah sampai dikamar baekhyun masih mengikuti yae na dan sebelum baekhyun masuk ke dalam kamar, dengan cepat yae na mencegah baekhyun dengan cepat menahan pintu dari dalam kamar

 
“ apa yang kau lakukan? Tanya yae na heran melihat baekhun yang terus mengikutinya

 
“ aku ingin masuk” jawab baekhyun dengan wajah tak berdosanya sambil mendorong- dorong pintu kamar yae na agar yae na membukanya

 
“ aku ingin mandi, apa kau ingin ikut juga?

 
Menurut baekhyun itu penawaran yang tidak bisa ditolak, akhirnya dia mengeluarkan seringainya, “ hmmm…sepertinya akan seru”

 
“ yak…….” ujar yae na sambil memukul kepala baekhyun, dan buru- buru mengunci pintu kamarnya sebelum baekhyun berhasil masuk ke dalam

 
“ aissshhh…kenapa kau memukul kepalaku?, kalau tidak boleh, kenapa kau bertanya? baekhyun mengusap- ngusapkan kepalanya, dan akhirnya baekhyun pergi ke ruang tamu, dan dinyalakannya televisi, tidak berapa lama yae na keluar dari kamarnya

 
“ kaja” ujar yae na
Akhirnya mereka pergi ke kampus bersama, yae na sudah sangat dekat dengan baekhyun semenjak mereka duduk dibangku SD, orang tua yae na sudah sangat mempercayai baekhyun untuk menjaga anak mereka, maka dari itu baekhyun tau sandi rumahnya yae na, yae na tidak tau kalau baekhyun tidak pernah

 

mengangapnya hanya sebatas teman, karena baekhyun pandai menyembunyikan perasaannya, dan yae na pun tidak ada dekat dengan namja lain selain baekhyun dari SD sampai mereka kuliah.

 
Sampai dikampus mereka masuk ke kelas masing-masing karena mereka beda jurusan, baekhyun mengambil jurusan sastra, dan yae na mengambil jurusan psikologi dan hanya ada berapa pelajaran membuat mereka mengambil kelas yang sama

 
“teman- teman profesor Lee tidak masuk hari ini, dia hanya memberikan kita tugas untuk dikumpulkan minggu depan” ujar seorang namja yang ada dikelasnya yae na
Yae na memutuskan untuk pulang, dibereskannya buku yang ada diatas meja dan dimasukkannya ke dalam tas, yae na berjalan menuju kelas baekhyun setiba disana yae na melihat baekhyun sedang merayu yeoja-yeoja yag ada di kelasnya, “ aissssh..anak itu kapan dia berubahnya? Rutuk Rae na

 
Yae na mengurungkan niatnya untuk masuk ke kelas baekhyun, dia melangkah menjauh dari kelas baekhyun menuju halte bus, di ambilnya ponsel dan dia mengirim sms ke seseorang

 
Baekhyun yang sedang asyik bergurau dengan teman- teman yeojanya, seketika berhenti diambilnya ponsel dari saku celananya, dibacanya sms yang masuk
“ aisssss …” rutuk baekhyun “ kenapa dia tidak bilang dari tadi, aku ke kampus hanya untuk mengantarnya” . Buru- buru baekhyun mengambil ranselnya dan berlari menuju parkiran,

 
“ kau mau kemana? Tanya namja yang ada di dekat baekhyun, baekhyun tidak mengubris pertanyaan yeoja tersebut, dengan cepat dia melangkah keluar dari kelas menuju parkiran, sesampai di parkiran dengan cepat dia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kampus, setelah berapa menit akhirnya bekhyun sampai ditoko buku, dia bergegas masuk ke dalam dan mencari yae na, setelah dia menemukan yae na, di bergegas pergi ke arah yae na

 
“ ketemu…” ujar baekhyun sambil duduk dihadapan yae na yang sedang asyik membaca buku

 
“ kenapa kau ke sini?” tanya yae na pada baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia bacanya

 
“ wae? kau tidak menyukainya?” baekhyun balik bertanya
Yae na mengangkat bahunya dan memanyunkan bibirnya ke depan” jika kau tau jawabannya, kenapa bertanya?

 
“ yaaak.., jika bukan karena eomma mu yang menyuruhku untuk menjagamu, aku tidak akan mau melakukan semua ini”

 
“ aaaa gaeure? Ujar yae na menutup buku yang sedang dibacanya, diliriknya baekhyun “setauku eomma hanya menyuruhmu untuk menjagaku, bukan mengikutiku kemanapun aku pergi, lagi pula apa kau tidak punya pekerjaan lain, selain mengikutiku?” tanya yae na

 
Baekhyun tidak menjawab pertanyaan yae na, dia hanya membenarkan semua yang diucapkan oleh yae na, memang benar eomma yae na hanya menyuruh baekhyun untuk menjaga yae na, bukan mengikuti kemana yae na pergi, itu semua kemauan dari diri baekhyun sendiri untuk mengikuti kemana yae na pergi, baekhyun takut jika sedetik saja dia tidak bersama yae na, akan terjadi seseuatu terhadap yae na.

 
Baekhyun melirik ke arah yae na sambil tersenyum, ternyata yae na masih menatap ke arahnya tanpa berkedip seikitpun, “ berhentilah menatap ku seperti itu, aku bukan tersangka yang sedang di introgasi” ujar baekhyun

 
Akhirnya yae na mengalihkan pandangannya dari hadapan baekhyun dan berdiri, “ mau kemana? Tanya baekhyun

 
“ aku sudah menemukan buku yang aku butuhkan” jawab yae na sambil menunjukkan beberapa buku ke arah baekhyun “ dan kau sudah mengganggu waktu membacaku, dan sekarang aku ingin pulang, apa kau masih mau di sini? Yae na balik bertanya kepada baekhyun sambil melankah menuju kasir
Baekhyun hanya mengangguk- nganggukkan kepalanya sambil mengikuti langkah yae na, saat yae na membayar buku di kasir, baekhyun memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, tidak lama kemudian yae na masuk ke dalam mobil “ kita mampir ke super market sebentar, ada yang ingin aku beli” ujar yae na, baekhyun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju

==

Sesampainya yae na dan baekhyun di depan rumahnya, terlihat beberapa orang yang sedang sibuk memasukkan beberapa perabotan ke dalam rumah yang ada di samping rumah yae na, yae na tak menghiraukannya diambilnya belanjaan dari dalam mobil baekhyun, dan bergegas masuk ke dalam rumahnya, baekhyun yang melihat yae na keluar dari mobil mengikuti langkah yae na dari belakang

 
“ sepertinya kau akan mendapatkan tetangga baru” ujar baekhyun sambil membantu yae na meletakkan barang belanjaan ke dalam kulkas, yae na tak meladeni perkataan baekhyun dia hanya terus memasukkan belanjaannya ke dalm kulkas, setelah selesai yae na memutuskan untuk masak

 
“ kau ingin makan apa? Tanya yae na pada baekhyun yang sedang mengintip tetangga baru dari jendela “ apa saja yang kau masak, akan aku makan” jawab baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela, setelah selesai dengan acara mengintipnya baekhyun pergi ke meja makan

 
“ sepertinya tetangga barumu seorang namja” ujar baekhyun, tapi tidak ada reaksi apapun dari yae na, yae na hanya fokus pada masakannya, karena tidak dipedulikan oleh yae na “sepertinya tetangamu seorang namja” ujar baekhyun mengulang perkataannya dengan sangat keras agar bisa di dengar oleh yae na

 
Yae na dengar apa yang baekhyun katakan, dia hanya malas meladeni baekhyun saja yang sibuk mengurus tetangga barunya, tapi mendengar baekhyun mengulang perkataannya dengan sangat keras membuat yae na melirik ke arah baekhyun sambil membawa masakannya dan diletakknya dia atas meja, “ geurom? Tanya yae na setelah duduk di meja makan sambil melirik ke arah baekhyun

 
“ aku hanya tidak nyaman, jika kau memiliki tetangga seorang namja, apa aku tinggal disini saja? Tanya baekhyun yang berhasil membuatnya mendapatkan jitakan keras dari yae na

 
“ yak….kau tidak perllu memukul kepalaku, kau hanya perlu jawab, setuju apa tidak? Baekhyun masih bersikeras menanyakan pendapatnya untuk tinggal di rumah yae na

 
“ silahkan jika nkau ingin cepat mati” jawab yae na

==

Setelah selesai mengerjakan tugas kuliah, yae na meliirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, yae na bergegas membereskan buku-buku yang ada di atas meja belajarnya karena dia ingin cepat tidur dan menantikan indahnya matahari terbit di pagi hari, setelah selesai membereskan buku- bukunya yae na melangkah menuju jendela kamarnya yang masih terbuka, diraihnya jendela dan dengan tidak disengaja yae na memandang ke arah rumah tetangga barunya, masih kelihatan lampu- lampu yang masih menyala menandakan bahwa penghuni rumah tersebut masih belum tidur, setelah lama yae na memandang rumah tetangga barunya diraihnya jendala dan ditutupnya

 
Yae na beranjak menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah selesai mencuci muka dia berjalan menuju kasur dan melentangkan badannya di atas kasur, belum lama yae na berbaring terdengar nada ponsel berbunyi diraihnya ponsel yang ada di samping lampu tidurnya, dan k baca sms yang sudah masuk ternyata dari ibunya

 
“ mian…eomma tidak sempat mengunjungimu akhir- akhir ini, uang sudah eomma transfer ke rekening mu” yae na hanya menghembus nafas setelah membaca sms dari ibunya, dan diletakkannya kembali ponsel disamping lampu tidur, akhirnya yae na pun tertidur

 
Kring….kring…kring..

 
Alarm yae na berbunyi dengan sangat kerasnya dan membuat yae na terbangun dari tidur, diraihnta jam beker yang sedari tadi berbunyi dan dimatikannya, yae na bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka, setelah selesai yae na mengambil jaket warna biru di dalam lemari pakaian, agar dia tidak kedinginan dan dengan cepat yae na melangkah menuju lantai atas rumahku, setiba disana seperti biasa yae na akan duduk menghadap arah matahari yang terbit

 
“ satu…dua tiga..empat….” yae na menghitung detik- detik saat matahari akan terbit dan tak berapa lama yae na terpaku dengan indahnya sinar yang terpancar dari matahari, yae na tidak pernah merasa bosan dengan kegiatan rutinnya dipagi hari

 
Yae na memejamkan matanya dan mencondongkan wajah dan tubuhnya ke arah matahari, setelah merasa puas dan matahari sudah berada diatas barulah yae na masuk ke dalam rumahnya, dan melirik sekilas ke arah rumah tetangga barunya, karena terlalu silau membuat yae na tidak bisa melihat jelas pada seseorang yang berdiri membelakangi matahari, yae na mengernyitkan dahinya “ dari cara dia berdiri,seperti…” ujar yae na masih melihat ke arah namja yang ada di lantai atas rumah tetangga barunya

 

==
Annyeong all, eotthe? Gaje kan? Hahaahha author lagi berusaha membuat gaya bahasa dan tulisan mudah dibaca dan dimengerti, namanya juga author masih belajar maka dari itu aouthor sangat membutuhkan komentar dari kalian semua agar author tau letak dari kesalahan dan kekurangan author, author juga tau pasti masih banyak kekurangan maka dari itu moho dengan sangat- sangat komentarnya, satu komentar kalian sangat beharga bagi author, apalagi komentar yang membangun.

Iklan

Satu pemikiran pada “Morning Delight #part 1 ( piece of memories)

  1. Ping-balik: Morning Delight #part 2 (that man) | zhakiah yellblue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s