Warte


Untitled-1
Author: Zhakiah
Length: one shoot
Oc: kim nae ra
Lee Jinki
Dll

==

SELAMAT MEMBACA

Semilir angin semakin malam semakin mencekam, membuat seseorang yang ingin keluar dengan hanya berjalan kaki berpikir dua kali, dan akhirnya memutuskan untuk berdiam diri di rumah dan menelpon layanan pesan antar, tapi tidak berpengaruh dengan yeoja bertubuh mungil yang duduk dengan tenangnya disebuah bangku didekat taman, sekali- kali dia memandang kearah jalan dengan mata yang penuh pengharapan, jika tidak ada yang datang dan hari sudah semakin gelap baru dia akan pulang

Suda lama dia menunggu, tapi tidak satu oang pun ang datang ke taman itu, dilihatnya langit sudah diselimuti oleh kegelapan malam, diraihnya ponsel yang ada disampingnya terlihat hari sudah menunjukkan jam 10 malam, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya “mungkin tidak hari ini” dilihatnya kembali jalan kosong yang hanya diterangi lampu-lampu yang ada di taman, dan akhirnya dia meninggalkan taman tersebut

 

“ apa nkau seorang yeoja?
baru saja yeoja itu menginjakkan kaki ke dalam rumahnya, dia disambut dengan pertanyaan yang tidak perlu dijawab olehnya, eommanya bertanya apakah dia yeoja, tentu saja dia yeoja, sekilas dia melirik ke arah ibunya yang sudah berdiri di depannya

 
“ ne nan..yeoja eomma” dengan entengnya yeoja itu menjawab, ibunya merutuk kesal mendengar jawaban dari puti semata wayangnya “ aisss….apa nkau tadi ke taman lagi? Ibunya kembali bertanya

 
“ ne, “ yeoja itu menjawab dengan menganggukkan ringan kepalanya “ aku lelah eomma, aku ingin tidur” kata yeoja itu sambil berlalu dari hadapan ibunya

 
“ yaaa….apa nkau akan terus seperti ini? Tidak ada sedikitpun respon dari yeoja tersebut, dia hanya terus berjalan dan masuk ke dalam kamarnya.

==

5 tahun kemudian

“ eomma…aku pergi…” ujar seorang yeoja yang baru keluar dari kamarnya sambil berjalan melewati meja makan, diambilnya segelas susu yang sudah disiapkan oleh eommanya, diteguknya sampai habis dengan hanya sekali tegukan

 
“ yaaa…nkau akan kehabisan nafas, jika nkau minum seperti itu”
Tak dihiraukannya perkataan ibunya yeoja itu hanya mengangkat gelas kosong yang ada ditangan kanannya sambil tersenyum ke arah ibunya, “ gomawo eomma” ujar rae na seraya mencium pipi kanan ibunya

 
“ mwo rago? Jangan bertingkah aneh, nkau membuat ku merinding”

“ hahahhahha” yeoja itu hanya tertawa sambil berjalan meninggalkan ibunya

 

“ siapa yang menjemput mu? Apakah minho? Yeoja itu hanya mengangguk sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan bahwa dia akan pergi

 
“ siapapun yang bersamamu asalkan nkau bahagia, eomma akan merestuinya” ujar ibunya yeoja tersebut didalam hati sambil melihat anaknya dari jendela, terlihat jelas dari wajah putrinya kebahagiaan yang selama ini tidak pernah dia lihat

 

 

“ kita pergi sekarang?” tanya seorang namja yang bernama minho seraya membuka pintu mobil, yeoja tersebut hanya mengangguk seraya tersenyum dan akhirnya mereka pergi ke tempat tujuan

 

 

“ nae ra….” panggil minho
Ya nama yeoja itu nae ra, kim nae ra dia melihat ke arah minho yang memanggil namanya seperti ada sesuatu yang ingin dikatakan minho “ wae?” jawab rae na

 

“ aaaaa…anni” ujar minho gagap, tiba- tiba saja minho merasa cemas dan gugup, dihidupkannya musik agar rae na tidak menyadarinya, tanpa minho sadari tubuhnya sudah banyak mengeluarkan keringat

 

“ minhoshi, nkau seperti kurang sehat, apa kita pulang saja? Tanya rae na cemas karena melihat wajah minho sedikit pucat dan berkeringat

 

“ gaeure? Gaeurom” tanpa aba- aba minho langsung memutar balik arah mobilnya
“ mian…” ujar minho dalam hati sambil melihat wajah rae na, yang sedang asyik memainkan ponselnya, sebenarnya hari ini minho ingin menjumpakan rae na pada seseorang yang sangat penting dalam kehidupan rae na, tapi ada sedikit rasa cemas dan khawatir dalam hati minho, minho takut jika rae na sudah berjumpa dengan seseorang itu, rae na pergi dari sisinya.

 

Setibanya mereka di rumah minho, rae na langsung menuju dapur utama minho, dicarinya obat di dalam kotak obat, setelah menemukan obat yang dibutuhkannya, dia mengambil segelas air dan memberikannya pada minho, “ minhoshi…ige”

 

Minho hanya mengambil air dari tangan rae na “ aku tidak membutuhkan obat rae na” ujar minho mengabaikan obat yang ada ditangan ra ena

 

“ tapi kau lagi sakit minhoshii”rae na terus mengulurkan obat yang ada ditangannya sampai minho mau mengambil obat itudan akhirnya minho mengambil obat yang ada ditangan rea na tapi tidak dimakannnya obat itu dia hanya meletakkannya diatas meja, diraihnya tangan rae na dan digenggamnya erat

 

“ rae na ya…” Rae na melihat ke arah minho ditatapnya wajah minho, perlahan rae na melepasakan tangannya yang ada dalam genggaman minho dan meletakkan ke wajah minho, dipandangnya lama wajah minho “ wae?” tanya rae na

 

“ aku tidak butuh obat, rae naya, asalkan kau ada disisiku aku tidak memerlukan obat” jawab minho, diraihnya tangan rae na yang ada diwajahnya dan digenggamnya erat “ aku hanya ingin nkau ada disisiku rae na”
“ minhoshi….” panggil rae na sambil mengangkat wajah minho agar bisa melihat wajahnya “ kenapa kau bicara seperti aku akan diambil orang lain?” “ aku tidak akan kemana- mana, aku akan selalu disisimu” dipeluknya minho dengan sangat erat
“ janji?” tanya minho mendengar rae na berkata seperti itu
“ janji” jawab rae na, tapi dalam hati rae na tidak terlalu yakin dengan janjinya, apakah dia bisa menepati janjinya kepada minho, hanya waktu dan keadaan yang bisa meyakinkan apakah rae na bisa menepati janjinya kepada minho apa tidak

==

“ eomma aku keluar untuk mencari cemilan” ujar rae na kepada ibunya yang sedang menonton siaran kesukaannya

“ ne” jawab bunya tanpa mengalihkan pandangan dar siaran televisi, jika saja ibunya melihat apa yang dipakai rae na pasti ibunya tidak akan mengizinkan rae na keluar hanya dengan memakai baju kaos tanpa memakai jaket

 

Udara malam sangat dingin, membuat tubuh rae na yang sedang bejalan menuju supermarket menggigil, “pabo..kenapa aku hanya memakai baju seperti ini? Ujar rae na sambil melihat pakaian yang sedang dipakainya, rae na melanjutkan perjalanannya menuju super market, karena sebentar lagi dia akan sampai, sesampai disuper market dia langsung mengambil keranjang makanan dan mencari makanan yang dia inginkan.

 

Setelah selesai rae na langsung menuju kasir dan membayar belanjaannya, “ agasshi…ige” ujar seorang kasir sambil memberikan jaket kepada rae na

 
“ ige mwoya?” tanya rae na
“ tadi ada seorang namja yang memberikan jaket ini, namja itu bilang agar saya memberikan ini pada agasshi” ujar kasir tersebut, masih mengulurkan jaket kepada rae na

 
“ dimana orang itu?” rae na kembali bertanya pada kasir tersebut
Kasir itu hanya memandang kearah pintu keluar, terlihat seorang namja yang memakai pakaian serba hitam dan memakai topi, rae na buru- buru membayar dan menagmbil jaket yang dipegang oleh kasir, rae na bergegas mengejar namja yang baru keluar tadi, semakin cepat langkah rae na semakin cepat pula langkah namja itu dan akhirnya rae na kehilangan jejak namja tersebut

 
“ punggungnya tidak terasa asing” ujar rae na sambil melihat kearah jalan yang dimana dia kehilangan jejak namja yang dikejarnya tadi, dilihatnya jaket yang ada ditangannya dan diciumnya” sepertinya aku mengenal bau parfum ini” rae na terdiam sebentar setelah itu dia berlari kearah jalan tempat namja tadi menghilang

 
“ maldo andwae….”
“ yak…..nawa, apa kau sudah kembali?apa kau mendengarku? Tanya rae na sambil berteriak frustrasi memanggil seseorang yang tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya

 
“ jebal…nawa..jebal….” setelah berteriak seperti itu rae na terduduk merangkul kedua lututnya sambi menangis, tidak lama kemudian minho datang menghampiri rae na

 
“ rae naya, wae? Eommamu tadi menelponku,  kenapa kau disini? Tanya Minho langsung memeluk tubuh rae na yang sedang terduduk sambil memeluk lututnya, karena tidak mendapat jawaban dari rae na akhirnya minho memutuskan untuk membawa rae na pulang “kaja”

 
“ minho…. “ rae na meraih tangan minho
“ wae?”
“ aku melihatnya…” ujar rae na masih memegang tangan minho
“ mwo? Tanya minho masih tidak paham dengan perkataan rae na
“ aku melihatnya minho, aku melihatnya..” ulang rae na
Minho tidak menghiraukan perkataan rae na diangkatnya tubuh rae na, dan diajaknya pulang “ kaja”
“ andwae..” tolak rae na seraya melepaskan tangannya dari tangan minho
“ rae na jebal, hari sudah malam, kau bisa sakit dengan udara sedingin ini” ujar minho lelah melihat rae na yang tidak mau menuruti perintahnya
“ anni…aku akan menunggu dia disini, sampai dia keluar minho, jebal..” ujar rae na masih bersikeras dengan pemikirannya, minho hanya menghembus nafasnya

 
“ andwesso…” ujar minho frustrasi ditepisnya tangan rae na yang masih memegang tangannya, dan dia berlalu meninggalkan raena, tidak lama minho melangkah rae na berlari menuju minho dan memeluk minho dari belakang

 
“ mian…mian…mian..” rea na tidak berhenti meminta maaf kepada minho, minho melepas pelukan, dilihatnya wajah rae na yang sudah sembab karena terlalu banyak menangis

 
“ mian? Mianhe rago? Tanya minho
Rae na hanya menganggukkan kepalanya, minho yang melihat rae na hanya mengangguk tanpa melihat wajahnya, dipegangnya dagu rae na dan diarahkan ke wajahnya agar bisa melihat wajah rae na, “ jika nkau sedang meminta maaf,tidak baik jika nkau tidak melihat mata lawan bicaramu

 

 

Ditatapnya mata rae na dengan sangat dalam, “ aku akan memaafkan mu, jika kau mau pulang” Rae na tersenyum mendengar permintaan minho yang sederhana itu agar bisa memaafkannya, minho memang tidak pernah meminta sesuatu yang aneh kepada rae na, dia namja yang sangat baik. “ kaja” ujar rae na

 

“ apa kita pulang ke rumahku saja? Ujar minho

 

“ wae?”

“ kau tidak tau bagaimana bentuk wajahmu sekarang? Jika aku membawa mu pulang ke rumah, eomma mu pasti berpikir aku sudah menyakiti mu rae na ya”

 
“ apa sangat kelihatan?” tanya rae na sambil memegang wajahnya

 
“ hahahaha…” minho mencibirkan bibirnya ke arah mobil, rae na akhir nya menuju mobil dan melihat wajahnya di kaca spion mobil minho

 
“ kenapa wajahku seperti ini? Tanya rae na tidak percaya setelah melihat wajahnya yang sangat sembab

 
“ maka dari itu, kita ke rumahku saja, eotte?

 
“ ne…ne..,”
Akhirnya mereka bedua pergi ke rumah minho, dilain tempat setelah mereka pergi, namja yang berpakaian serba hitam masih berada di tempat persembunyiaanya, wajahnya mengisyaratkan kerinduan, kesedihan, kekecewaaan, dan kecemburuan.

 

“ mian..” ujar namja tersebut sambil keluar dari tempat persembunyianya, tidak berapa lama datang lah mobil dan namja itu masuk ke dalam mobil tersebut

 
“ apa yang nkau lakukan disini hyung?

 
“ anni…keuhnyang…”
Namja itu hanya melihat kelayar ponselnya, dimana ada gambar seorang yeoja ynag sangat cantik dan senyum yang sangat menawan “ mian…mian…mian” ujar namja tersbut

 
“ kita ke tempat biasa”

 
“ keunde…”
“ aku tidak menerima alasan apapun, teruti saja apa yang aku katakan”
“ ne hyung”

==

Suara kicauan burung dipagi hari membuat rae na bangun dari tidurnya, dibukanya jendela kamar dilihatnya burung- burung yang sedang bersenandung ria dipohon, rae na tersenyum melihat burung yang ada di pohon itu, terkadang terbang dan akhirnya kembali lagi ke pohon dimana ada pasangannya yang asih asyik berkicau

 

“ kelihatannya nkau sangat bahagia”
Suara minho membuat rae na mengalihkan pandangannya, dilihatnya minho sudah sangat tampan dengan hanya berpakaian seperti itu, minho hanya memakai celana pendek dan memakai baju kaos berwarna coklat, akhirnya rae na hanya mengukirkan senyum di wajahnya, minho yang melihat rae na tersenyumpun heran

 

“ wae? Ada yang salah? Minho bertanya sambil melihat pakaiaannya
“ anni…” ujar rae na
“ anni?
Rae na hanya mengangguk “ kaja, kita sarapan bogeophda”
Minho hanya menuruti rae na, akhirnya mereka turun ke bawah untuk sarapan, mereka hanya makan roti panggang, setelah selesai minho mengantar rae na pulang ke rumahnya.

 

“ gomawo….” ujar rae na setelah sampai di depan rumahnya, dilihatnya wajah minho yang hanya mengukirkan senyuman yang sangat manis

 

“kenapa kau berterimaksih? Kau ahli membuat aku merasa seperti terasingkan” ujar minho masih menatap wajah rae na, dihebusnya nafas pelan “ ndesso, setelah pulang dari kerja, ……”
Belum sempat minho menyelesaikan kata- katanya, rae na memotong perkataan minho “mian…” ujar rae na seperti tau apa yang ingi n minho ucapkan “aku sangat lelah, minho aku hanya ingin bermanja- manja dengan kasurku hari ini, jebal…” dipasangnya wajah seimut- imut mungkin agar minho tidak memaksanya pergi keluar walaupun tanpa memasang wajah imut seperti itu pasti minho menurutinya, karena minho tidak pernah memaksa rae na

 

“ ne..ne arasso, kadke”
Sebelum minho pergi dengan beraninya rae na mencium sekilas pipi sebelah kanan minho dan buru- buru dia keluar dari mobil minho, minho hanya terpaku dengan ciuman singkat rae na dipipinya, dan sadar kembali ketika mendengar suara rae na

 

“ da…” ujar rae na sambil melambaikan tangan, minho hanya tersenyum setelah itu minho bergegas menuju tempat kerjanya

==

Dilain tempat dipagi hari yang sangat cerah ini, terdapat seorang namja yang selalu menyambut hari dengan kesedihan, kepiluan dan kerinduan sangat dalam, wajahnya sangat kusam seperti seseorang yang tak terurus rambutnya dibiarkan panjang sampai kelehernya, badanya sangat kurus terlihat dari tulang lehernya yang kecil

 

“hyung…..”
Seorang namja berwajah cantik sedang berusaha membangunkan jinki, ya nama namja yang sedang dibangunkan oleh namja cantik itu adalah lee jinki

 

“ hyung…ireona”
“ wae tae mina…?”
“ bukankah hari ini nkau ada janji sama seseorang?”

 

Jinki akhirnya membukakan matanya, diraihnya ponsel yanga da disamping kanannya, jam menunjukkan pukul 08:23, akhirnya dimenyuruh taemin untuk keluar “ bangunkan aku sekitar jam 10, gaeure?

 

“ ne hyung..”
Jinki melanjutkan tidurnya, setelah jam 10 taemin membangunkan jinki kembali dan akhirnya jinki bangun dan bersiap- siap

“ nkau ingin berjumpa dengan siapa hyung? Tanya taemin pada jinki yang baru turun dari tangga Jinki tidak mengubris pertanyaan taemin diambilnya kunci motor yang ada diatas disamping meja tv, dan dia hanya memiringkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa taemin tidak harus tau

==

Minho sedang duduk disebuah kafe, sekali- sekali dia melihat arlojinya, tidak lama kemudian seseorang yan ditunggu minho akhirnya datang

 
“ mian aku membuat mu menunggu lama”
“ anni…aku baru saja sampai”
Akhirnya mereka memesan makanan, dari awal mereka makan tidak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan, minho yang tidak tahan dengan keadaan seperti itu akhirnya mulai berbicara

 

“ hyung..”
Jinki yang mendengar minho memangggilnya, seketika berhenti memotong steak yang sedang dimakannya, diletaknya pisau dan garfu diatas piring dialihnya pandangan ke arah minho

 

“ wae?”
“ mian….” ujar minho sambil menundukkan kepalanya
“ untuk?

 
“keunhyang….”
Jinki tersenyum mendengar jawaban minho, jinki tau apa alasan minho mengucapkan kata maaf padanya, tapi jinki hanya ingin mendengar langsung minho mengatakan apa alasannya mengucapkan kata maaf “ nkau hanya boleh mengucapkan kata maaf, jika nkau ada salah, minhoya” dan akhirnya mereka kembali terdiam dan hanya terdengar bunyi garfu dan pisau yang bersentuhan dengan piring

 

“ selesai” ujar jinki tiba- tiba seraya berdiri untuk meninggalkan kafe

 
“ chakamman…” ujar minho, membuat langkah jinki berhenti “ bukankah ada yang ingin nkau bicarakan denganku hyung?

 

“ aaaa matta, anni aku hanya ingin makan dengan mu, karena kita sudah lama tidak makan bersama, bye..” ujar jinki seraya meninggalkan kafe tersebut, minho hanya terdiam melihat jinki meninggalkannya

 

“ mian hyung, aku tidak menepati janjiku”

==

Seperti biasa udara malam selalu dingin, membuat seseorang enggan untuk keluar rumah hanya dengan berjalan kaki, tapi tidak dengan rae na dia berjalan dengan sangat santai tidak menghiraukan dinginnya udara malam, sekali- sekali dia mengusapkan tangannya agar tidak membeku, sampai di super market rae na langsung menuju kasir, untung diwaktu rae na datang tidak ada pelangan yang sedang belanja di super market itu, dengan cepat rae na melangkah menuju kasir

 

“ permisi…” ujar rae na pada kasir yang sedang asyik melihat siaran televisi, setelah melihat rae na kasir itu langsung berdiri

 

“ nae? Ujar kasir tersebut

 
“ boleh saya bertanya seseuatu?
Kasir itu menganggukkan kepalanya, setelah mendapat izin dari kasir tersebut rae na mengambil seseuatu dari dalam dompetnya diraihnya selembar foto dan diberinya kepada kasir tersebut

 

“ apakah orang ini yang memberikan jaket kepadaku?
Kasir tersebut mengerutkan alisnya, seperti mengingat sesuatu, tidak berapa lama kasir itu mengangguk, mengiyakan bahwa orang yang ada di foto yang telah menitipkan jaket untuk rae na, tanpa permisi dan mengucapkan terima kasih rae na buru- buru mengambil foto dari tangan kasir dan pergi. rae na berlari sekuat tenaga setelah sampai ditempat biasa dia menunggu seseorang dia berhenti, dilihatnya ada seorang namja sedang duduk dibangku tempat biasa dia duduk, digerakkan kakinya secara perlahan dan pelan, setelah sampai dibangku tersebut diberanikannya memegang bahu seorang namja tersebut

 

karena merasa ada yang memegang bahunya, dengan perlahan namja tersebut membalikkkan badannya agar bisa melihat siapa yang memegang bahunya, akhirnya namja itu hanya bisa diam terpaku melihat siapa yang ada didepannya sekarang, seseorang yang selama ini di rindukannya, melihat yeoja yang selama ini dirindukannya ada didepannya dengan wajah seperti itu, membuat namja tersebut teringat akan masa lalu

==

“ jinki ya, apa sebaiknya nkau kuliah disini saja? Ujar rae na sambil memeluk tangan sebelah kiri jinki

 
“ aku juga maunya seperti itu chagi..nkau tau sendiri bagaimana appaku”

 

“ tapi….” ujar rae na melepaskan tangan jinki dan menundukkan kepalanya, jinki yang melihat kekasihnya seperti itu berhenti dari mengemas barangnya, ditariknya tangan rae na agar bisa mendekat padanya

 
“ rae na ya, aku janji aku akan selalu menghubungi mu, dan setelah semua selesai aku akan segera pulang kesini”

 

“ janji?”
Jinki menganngukkan kepalanya, melihat jinki mengangguk rae na dengan sangat cepat mencium sekilas bibir jinki, setelah itu dia buru- buru menjauh agar tidak ditangkap oleh jinki, jinki melihat rae na berlari menjauh darinya hanya tersenyum sambil menggelang- gelangkan kepalanya

 

“ rae na ya, illuwa…” ujar jinki…Rae na menggelengkan kepalanya, dia takut jinki menangkapnya jika dia mendekat

 

“ anni…aku tidak akan menagkapmu, illuwa..”
Rae na tidak menuruti perintah jinki yang menyuruhnya mendekat, rae na hanya menjaga- jaga agar jinki tidak menangkapnya dan berbuat yang aneh- aneh terhadapnya, jinki yang melihat rae na tidak mau mendekat akhirnya bergerak

 

“ geure jika nkau tidak mau mendekat, biar aku saja yang mendekat” ujar jinki dengan wajah yang tak bisa diartkan dengan kata- kata, melihat jinki melangkah ke arahnya, rae na buru- buru berlari keluar kamar, sebelum rae na membuka pintu, dengan cepatnya jinki meraih dan mengunci pintu, diraihnya pinggang rae na agar dekat dengannya

 

“ kenapa nkau menjauh?”
“ aannni” ujar rae na gugup, warna wajahnya berubah menjadi merah menahan malu karena wajah jinki sangat dekat dengannya

 

“ apa aku menakutkan? Ujar jinki masih bertanya
“ anni, bukan begeitu..”
“ geurom?? Ujar jinki masih meggoda rae na, melihat wajah rae na semakin merah, jinki hanya mencium bibir rae na dengan pelan dan pasti, rae na hanya menuruti permainan jinki, setelah berapa menit mereka akhirnya melepaskan tautan bibir mereka, setelah itu jinki mencium kening rae na, rae na yang mendapat perlakuan seperti itu hanya memejam kan matanya

 

“ aku tidak akan melakukan sesuatu yang aneh seperti yang nkau bayang kan rae na” ujar jinki, sukses membuat mata rae na terbuka dengan sangat lebar
“ mwo?
Jinki melepaskan pelukannya seraya tersenyum, jinki kembali membereskan barang- barangnya, rae na hanya mengikuti langkah jinki dari belakang” rae naya, aku akan pulang 2 tahun lagi, mau kah nkau menungguku ditaman tempat biasa?

 

Rae na hanya mengangguk, jinki tersenyum melihat rae na sepeti itu “ aku janji akan datang ke sana” ujar jinki
“ aku janji akan selalu menunggumu disana” ujar rae na

==

“ jinki ya….” ujar rae na melihat jinki yang sedang duduk di bangku tempat dia biasa menunggu, “ jinki ya..” ujarnya kembali

 

Jinki mendengar rae na hanya menyebut namanya tanpa mengucapkan kata- kata lain, akhirnya memberanikan diri, diraihnya tubuh rae na dan dipeluknya erat, semakin erat pelukan jinki semakin deras air mata rae na.

 

“ jinki ya, mianhe…” setelah lama rae na menangis hanya kata maaf yang terlontar dari mulut rae na, jinki mendengar rae na meminta maaf, melepaskan pelukannya
“ nkau tidak perlu meminta maaf, rae na ya, aku yang harus meminta maaf tidak menepati janjiku

 

“ anni…aku yang seharusnya minta maaf jinki ya, aku tidak menepati janji, aku tidak menunggu mu” ujar rae na terisak

 
“ mian…aku baru mengetahuinya.” tutur rae na

==

Setelah jinki meninggalkan kafe, minho menelpon seseorang, tidak berapa lama datang lah seseorang yang ditelpon oleh minho

==

“ wae? Kenapa nkau menyuruhku datang ke sini mnhossi? Ujar rae na langsung betanya setelah sampai dimeja tempat minho duduk

 
“ anja…” ujar minho, rae na pun menuruti perkataan minho lagi pula hanya disuruh duduk apa susahnya, akhirnya rae na duduk

 
“ nkau ingin pesan minuman apa?

 
“ aku hanya ingin minum juice jeruk”
minho memanggil pelayan yang ada di kafe tersebut, datanglah seorang pelayan, setelah pelayan itu pergi baru minho memulai pembicaraan

 
“ aku ingin mengatakan seseuatu, dengarkan baik- baik, selagi aku masih berbicara, jangan sekali-kali pergi dan memotong perkataanku, arasso? Ujar minho panjang kali lebar

 
Rae na yang mendengar minho berkata seperti itu hanya mengangguk menuruti, tidak sepeti biasanya minho seperti ini, pasti ada sesuatu yang penting ujar rae na dalam hati

 
“ aku tau siapa yang selalu nkau tunggu selama ini” minho mulai berbicara
Rae na mengerutkan alisnya mendengar minho mengatakan, bahwa dia mengetahui siapa yang ditunggu oleh rae na, pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan mengantarkan minuman rae na, setelah pelayan itu pergi baru lah minho melanjutkan pembicaraannya

 
“dia sepupuku, lee jinki sepupuku”
Belu hilang rasa terkejutnya dengan perkataan minho, Rae na semakin terkejut mendengar nama jinki yang disebut oleh minho membelalakkan mata tidak percaya, jinki saudara minho? Terus kemana jinki jika minho ada disini? Ujar rae na dalam hati

 

“ dia ada disini” ujar minho seperti mengetahui pertanyaan rae na, “ dia ada disini, dia menyuruhku datang kesini untuk menjaga mu rae na, aku datang kesini untuk meyampaikan pesannya untuk mu, tapi aku tidak sempat menyampaikan pesan itu, karena eommamu melarangku menyebut nama jinki di depan mu, makanya aku tidak mengungkit- ngungkit masalah jinki”

 

Rae na yang tidak tahan mendengar perkataan minho akhirnya meneteskan air mata, dia hanya menangis dalan kediaman, tidak ada sedikit pun suara isakan yang keluar dari mulutnya, hanya air mata yang keluar tanpa hentinya

 

“ rae na ya….”

 
“ dimana dia sekarang? Ujar rae na tegas, “ aku tanya, dimana dia sekarang? Rae na tidak sabar karena minho tidak memberikan jawabannya, tidak ada tanda bahwa minho akan menjawab pertanyaanya, akhirnya rae na memutuskan untuk pergi dan meninggalkan minho sendiri

 

‘ rae na..” belum sempat rae na melangkah minho memanggil namanya, rae na menarik nafasnya pelan dan dihembuskannya sebelum mengalihkan badan untuk melihat minho, sejujurnya rae na tidak tega membuat minho menjadi seperti ini, minho selalu baik kepadanya, tapi kenapa minho tidak jujur padanya?

 
“ wae? Ujar raena

 
“kajima…kajimara…” rae na tidak mempedulikan minho, dia akhirnya melangkah pergi meninggalkan minho, sebelum rae na keluar dari kafe, minho buru- buru mengejar rae na dan belutut didepan rae na, diraihnya tangan rae na dan digenggamnya erat

 

“ rae naya….jebal…kajima, kajimara”
Rae na hanya terdiam sebentar, setelah itu ditepisnya tangan minho yang menggenggam tangannya, dan melanjutkan langkahnya

 

“ saranghae….”
Kata- kata minho berhasil membuat rae na berhenti ditempat, ungkapan kata minho berhasil membuat air mata rae na jatuh,buru- buru dihapusnya air mata yang jatuh membasahi pipinya, dan melanjutkan langkahnya meninggalkan minho “ mianhe, semoga nkau mendapatkan yeoja yang lebih baik minhoshi” ujarnya pelan

==

“ apa yang sudah nkau ketahui? Tanya jinki penasaran
“ aku tau kalau minho saudara mu”
“ hanya itu?
“ anni, banyak yang sudah aku ketahui, keunde…” ujar rae na terputus
“ kaeunde…? ujar jinki mengikuti perkataan rae na
“ kenapa nkau menyuruh minho menjagaku, dan kenapa selama ini nkau sembunyi?
“ jadi minho tidak mengatakan itu?
“ bukan tidak mengatakan, tapi aku meninggalkannya disaat dia belum selesai menjelaskan” ujar rae na
Jinki menarik nafas dan dihembuskannya kembali “ ceritanya sangat panjang, aku akan menceritakan yang pentingnya saja, waktu itu appaku meninggal karena kecelakaan, jadi tidak mungkin aku meninggalkan eommaku sendiri, setelah selesai kuliah aku menggantikan posisi appa, makanya aku menyuruh minho menjaga mu, dan menyampaikan pesanku kepada mu agar nkau sabar menungguku dan tidak berselingkuh, tapi kenyataanya…” jinki tidak melanjutkan perkataannya

 

“ aku tidak menghianatimu jinkiya, tapi aku kira kau yang menghianatiku, sampai minho datang mengisi hari- hariku”
“ apa nkau menyukainya?” tanya jinki penasaran
“ anni…” jawab rae na cepat, tapi sebenarnya rae na sangat menyayangi minho, tapi dia tidak tau sayang dalam arti apa, hanya saja dia tidak ingin jauh dan berpisah dengan minho, tapi dengan kehadiran jinki membuat perasaan rae na kepada minho sedikit memudar, karena jinki orang yang sangat dicintai rae na

 

“ jinja? Jinki kembali bertanya untuk meyakinkan rasa penasarannya
“ jinja, apa nkau tidak percaya padaku? Rae na balik bertanya
“ anni, hanya saja tidak mungkin, dengan waktu selama itu nkau tidak menyukainya” Jinki benar tidak mungkin dengan waktu 5 tahun tidak ada rasa apa- apa diantara mereka, hanya saja rae na tidak menyadari perasaannya sendiri, ditambah rae na sudah bertemu dengan jinki, membuat semua perasaan itu seperti angin lalu.

 

“ terus kenapa, nkau tidak mengunjungiku?
Jinki tersenyum mendengar pertanyaannya rae na, “ aku takut mengganggu kebahagiaan seseorang, nkau terlalu bahagia bersamanya, sehingga membuatku takut mengganggunya, dan aku hanya ingin nkau datang dengan sendirinya kepadaku, tanpa aku merampasnya dari orang lain”
“ aku tau kau pasti akan seperti itu, maka dari itu aku berlari kepadamu karena kau tau kau tidak seperti itu dan aku sangat mencintaimu jinki ya” akhirnya rae na memeluk jinki kembali, tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kebahagiaan mereka dengan meneteskan air mata, “ ini memang kesalahanku, membuat perasaanku jatuh kepadamu, aku tidak akan berusaha melupakanmu, tapi aku akan berusaha mengikhlaskan kebahagiaanmu” ujar seorang namja sambil meninggalkan tempat dimana jinki dan rae na masih berpelukan

==

Mianhe kalau ceritanya kurang seru dan gaje, tapi ini yang ada dalam pikiran author sendiri, bagi yang pencinta berat minho mianhe dalam cerita ini author buat minho terluka, author mohon dukungan kalian bagi yang punya kritik dan saran bisa ditulis dikomentar, mohoh kerja samanya all….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s