Bullet Of Love # part 1


Untitled-1

Author: zhakiah
Lenght: chaptered
Cast:
Oc Im yae Na
Oh Sehun
Park Chan Yeol
Zhang Yixing
Byun Baekhyun
Do Kyung Soo

**


Langit begitu cerah dengan sinaran mentari yang menghangatkan tubuh, dengan cuaca seperti membuat manusia senang menghabiskan waktunya dipantai, bersama teman- teman, keluarga dan juga pacar, tidak dengan seorang gadis cantik yang sedang duduk berdiam diri di dalam kamar rumahnya, dengan memegang selembar foto gadis itu menatap dengan sendu terlihat dari matanya yang bengkak, bahwa gadis itu habis menangis dalam waktu yang lama.

Diperhatikannya foto itu dengan seksama, digerakkannya jari tangannya menyentuh wajah seseorang yang ada didalam foto itu “ eonni….” ujar gadis itu, dan air matanya kembali jatuh bersamaan dengan mulutnya mengucapkan kata eonni

“ eotho kaji? Tanya gadis itu pada foto eonninya yang sedang ia pegang, sudah puas dengan memandang foto kakaKnya, akhirnya gadis itu melangkah menuju kamar mandi dan mencuci mukanya, setelah itu ia mengambil jaket dan memakainya. Gadis itu memutuskan untuk pergi ke tepat kerjanya, karena selama ini eonninya lah yang mencari uang, setelah eonninya tidak ada ia mencari uang sendiri. Im yae na gadir itu bekerja disebuah coffe shop menjadi seorang pelayan disana

“ chocho latenya satu, dibangku no 8” ujar seorang namja

“ ne, silahkan ditunggu, nanti” ujar zhe na

“ bisa anda mengantarnya ke meja saya? Tanya namja itu masih berdiri di depan yae na, gadis itu langsung memandang ke arah namja yang berbicara padanya.

“ aaa..gaeure” jawab yae na” akhirnya yae na menyetujui untuk mengantarkan coffe ke meja 8, toh Cuma ngantar doankpikir ya ena, setelah mendengar yae na setuju untuk mengantar coffe ke mejanya, namja itu baru berjalan ke meja no 8.

Setelah selesai membuat pesanan namja tadi, yae na bergegas mengantar pesanan itu ke meja no 8, “ maaf tuan ini pesanannya” ujar yae na, namja itu mengalihkan pandangan ke sumber suara, dilhatnya yae na dengan seksama dan akhirnya ia menggukkan kepalanya, yae na meletakkan secangkir coffe dimeja itu lalu pergi

Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam, yae na sudah selesai dari bersih- bersih, dan dia bergegas siap- siap untuk pulang, “ boss, aku pulang duluan” ujar yae na
Seperti biasa yae na pulang ke rumah hanya dengan berjalan kaki, selain penghematan uang, jarak rumah dengan kafe tempat ia bekerja tidak terlalu jauh, jalanan tampak sepi sekali- sekali yae na menoleh kebelakang, terlihat seorang namja bejalan tepat dibelakangnya, buru- buru yae na mempercepat langkahnya, semakin cepat yae na melangkah semakin cepat juga namja itu mengikutinya, dan akhirnya namja itu berhasil mengejar yae na

“ chakaman….” ujar namja tersebut
Yae na menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya supaya bisa meihat wajah namja yang mengejarnya tadi “ aku bukan orang jahat” lanjut namja tersebut

“ gaerom, kenapa kau membuntutiku? Tanya yae na pensaran dengan namja yang ada didepannya, kalau bukan membuntuti terus apa alasan dia mengikuti yae na? Dilihat dari wajah sepertinya tidak asing

“ kau namja di meja no 8 kan? Yae na kembali bertanya setelah mengingat wajah namja yang ada didepannya sekarang sama dengan wajah namja yang ada di meja no 8

“ wah ternyata ingatan mu tajam juga, kenalkan nama ku Oh sehun” ujar namja tersebut seraya mengulurkan tangannya

“ aku tidak peduli siapa namamu, yang aku pedulikan kenapa kau mengikutiku? Yae na bertanya seraya menaikkan pandangannya ke namja itu dengan sinis

“ wah …wah kau tidak sabaran juga ternyata, sangat mirip dengannya”

“ kalau tidak ada yang penting, aku pergi” ujar yae na seraya berlalu meninggalkan namja itu berdiri disana

“ chakaman”
yae na tidak menghiraukan perkataan namja tersebut, dia hanya mempercepat langkahnya, melihat yae na semakin menjauh darinya namja itu buru- buru berlari mengejar yae na

“ hush…hush” namja itu berhasil menghentikan langkah yae na, dengan nafas yang tersendat- sendat karena berlari “ chaka…ada yang ingin aku bicarakan” ujar namja tersebut

“ bare…” jawab yae na tak sabar

“ aku sudah mendaftarkan mu di SMA Anyang, dan kau besok harus datang ke sekolah” ujar namja tersebut tanpa titik koma, yae na yang mendengar perkataan namja tersebut tidak paham

“ mwo? SMA Anyang? Gila, neo nuguya, yang mendaftarkan aku tanpa permisi?

“ aku…Sehun” jawab namja tersebut

“ arra, tapi aku tidak mengenalmu”

“ apa itu penting? Bukannya kau ingin tau kenapa eonni mu bunuh diri?
Yae na kaget mendengar namja yang tidak ia kenal, menyebut- nyebut kakaknya, apa namja ini pacarnya eonni? Pikirnya dalam hati

“ kau siapanya eonniku?

“ itu tidak penting, kalau kau ingin tau, datanglah ke sekolah besok, wellcome” ujar namja tersebut seraya berlalu meninggalkan yae na yang masih terdiam karena masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi

**

Hari masih menunjukkan pukul 6 pagi, yae na masih bergelut dengan kasurnya, ia sudah memutuskan untuk tidak menuruti perkataan namja bernama sehun yang menyuruhnya untuk datang ke sekolah, dan lagi pula dia bekerja sekitar jam 2 siang, tapi gadis itu tidak bisa tidur karena dari tadi bel rumahnya terus berbunyi, dan akhirnya gadis itu mengalah dan memutuskan untuk melihat siapa gerangan manusia yang menggunya

 
Setelah yae na membuka pintu, terdapat seorang namja berpakaian rapi dengan setelah kantor, sambil membawa beberapa kotak dan satu buah koper yang ada dibawahnya, belum sempat yae na mempersilahkan namja itu masuk, namja itu terlebih dulu masuk ke rumah yae na

 
“ ini seragam sekolah mu” ujar namja tersebut sambil meletakkan kotak- kotak tersebut diatas meja “ dimana kamar mu?

 
“ kenapa kau menanya kamarku? Tanya yae na takut, dengan sosok namja yang asing baginya, karena tidak dijawab oleh yae na, akhirnya namja tersebut memutuskan untuk mencari sendiri dimana kamar gadis itu, untung rumah gadis itu tidak besar jadi mudah untuk mencari dimana kamarnya, setelah menemukan kamar yae na, namja tersebut menuju ke lemari dan memasukkan baju- baju yae na ke dalam koper

 
“ mwoa neggoya? Tanya yae na kaget melihat namja tersebut memegang pakaiannya, diambilnya baju- baju yang dipegang namja tersebut dan ditutupnya lemari baju yang dibuka oleh namja itu.

 
“ kalau tidak mau aku yang memasukkannya, silahkan masukkan sendiri baju- bajumu ke dalam koper” ujar namja itu seraya mengangkat telepon yang dari tadi berdering

 
“ ige…” namja itu mengulurkan ponsel ke arah yae na, yae na yang melihat itu langsung mengambil ponsel dari naja itu, dan meletakkan ponsel itu ditelinganya

 
“ apa kau sudah menerima paket dari ku?” ujar seorang namja dari ponsel tersebut, dan yae na langsung tau siapa yang bicara dan apa arti semua ini

 
“ jadi semua ini, rencana mu?

 
“ gaeure…”

 
“ aku tidak akan ke sekolah dan mengikuti perintahmu”

 
“ silahkan jika kau ingin membayar denda”

 
“ musen suriya?

 
“ apa kau tau bagaimana susahnya mendaftar ke sekolah itu, dan kau menyia-nyiakan kesempatan? Baiklah silahkan bayar denda pada ku, sekitar 48 juta won”
48 juta won? Tanya yae na dalam hati dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu? Yae na menghembuskan nafasanya kasar, kenapa namja ini memaksanya untuk sekolah? Dari pada kena denda, lebih baik ia sekolah, toh hanya sekolahkan? Pikir gadis itu

 
“ hanya sekolahkan? Tanya yae na setelah lama berpikir

 
“ ne”

 
“ baiklah, aku akan ke sekolah”

 
“ kunci kamar asrama mu ada dikotak, cepat ah siap- siap jangan sampai terlambat” stelah itu namja itu mematikan ponselnya

 
“keluarlah aku akan siap- siap” namja itu akhirnya keluar dari kamar yae na dan menunggu diluar, tidak sampai satu jam yae na keluar dari kamar dengan seragam sekolah dan membawa koper di tangannya “ kaja”

**

Akhirnya yae na sampai di gerbang sekolah, buru- buru ia keluar dari mobil dan mengambil kopernya dibagasi mobil, dan bergegas menuju kamarnya, dilihatnya no kartu kunci yang tertera bernomor kamar no 104,yae na tidak tau dimana letak kamar no 104, dan akhirnya ia memutuskan untuk bertanya dengan penjaga asrama yang ada didepan asrama itu

 
“ permisi, maaf pak, kamar 104 ada dimana ya? Tanya yae na dengan sopan dengan penjaga asrama itu

 
“ ouch,,,itu ada digedung vip, itu disana nak “ ujar penjaga tersebut seraya menunjuk ke arah gedung berwarna biru disebelah kiri

 
“ ghamsamnida…” yae na pergi ke arah gedung yang ditunjuk oleh penjaga tadi dan buru- buru mencari kamar no 104, setalah menemukan kamar no 104 yae na buru-buru membuka dan masuk ke dalam kamarnya, belum terlalu lama yae na masuk ke dalam kamar, terdengar telepon kamar itu berbunyi, yae na bergegas mengangkat telpon tersebut

 
“ wellcome” ujar seorang namja

 
“ kenapa kau memberiku kamar sebagus ini” tanya yae na, heran dengan namja yang baru ia kenal ini

 
“ nikmati saja, ouch ya…ini telepon terakhir dari ku, dan jangan khawatir masalah uang, aku akan selalu mengirim uang ke rekening mu” akhirnya namja itu menutup teleponnya. Yae na heran kenapa namja itu baik kepadanya, apa dia kenal dengan eonninya? Kenapa dia membantu untuk mencari tau alasan kakaknya bunuh diri, yae na penasaran dan ingin mencari tau siapa sebenarnya namja itu dan apa hubungannya dengan eonninya

 

**

Annyeong….yeorobun!!!!! eotthe? Masih kurang bagus ya? Mian…nanti autor usahain buat yang lebih bagus, mohon tinggalkan komentarnya ya all

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Bullet Of Love # part 1

  1. Ping-balik: Bullet Of Love #part 2 | zhakiah yellblue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s