IF PART 1


IF part 1

Author: Zhakiah
Length: Chaptered
Oc: Kang Zhe Na
Lee Jinki
Dll

IF (taeser)

===

morning, apa kau sehat hari ini?
semoga saja kau sehat
jangan sampai sakit

deringan suara ponsel menghentikan gadis cantik bertubuh mungil itu yang sedang sibuk membereskan kamarnya, dilepasnya sapu yang ada ditangnnya kemudian diambilnya hp yang tadi berbunyi, dilihatnya ada beberapa sms yang masuk

“ dia lagi” batin gadis itu setelah membaca sms dari no yang tak dikenalnya, akhirnya ia melanjutkan membaca sms yang lainnya, dilihatnya satu- satu dari teman- temannya yang selalu menanyakan soal jadwal kuliah, aneh kalau benar- benar niat kuliah kenapa dengan jadwal kuliah saja tidak tau? ujarnya

“ zhe naya..apa kau sudah selesai beres- beres?

“ ne omma” jawab zhe na dari dalam kamar

“ nawa…bisa kau belikan bahan- bahan makanan, isi dalam kulkas kita sudah banyak habis” ujar ibunya gadis itu seraya membersihkan barang- barang yang ada didalam kulkas itu yang sudah tidak layak untuk dimakan atau kadaluarsa

“ ne omma” diletakkanya hp diatas meja, dan diambilnya jeket berwarna biru didalam lemari, dan bergegas memakainya“ jika hanya berpakaian seperti ini tidak lucukan? zhe na bertanya pada diri sendiri seraya berkaca didepan cermin, tidak lama gadis itu memandang penampilannya di kaca akhirnya ia pergi.
Setibanya dimarket gadis itu langsung mengambil rak belanjaan, dilihatnya struktur belanjaan dan dicarinya satu persatu yang tertulis di struktur tersebut, setelah semuanya selesai ia bergegas menuju tempat kasir, dan meletakkan semua barang belanjaannya.

“ apa kau tidak melihat kalau ada orang yang mengantri disini? Ujar seorang namja kepada zhe na seraya melipatkan kedua tangannya kedepan,Zhe na yang mendengar seperti ada yang berbicara padanya menoleh kebelakang, dilihatnya ada seorang namja yang lumayan tinggi, tampan dan putih tepat berada dibelakangnya

“ mianhe…aku buru-buru” ujar gadis itu tidak menghiraukan namja tersebut, dan dengan santainya dia tetap berdiri didepan namja itu

“ apa nkau berpikir hanya dirimu saja yang mempunyai kesibukan, dan yang lain tidak? Namja itu kembali bertanya pada zhe na,

Zhe na yang mendengar pertanyaan namja itu, menyunggingkan sekilas senyuman dan membalikkan badannya kembali, dilihatnya tangan namja tersebut hanya memegang satu botol cola, “ cih…apa dia seorang namja? Hanya membeli minuman tidak mau mengalah dengan yeoja yang membawa barang sebanyak ini? Rutuk gadis itu dalam hati, dan dilihatnya barang belanjaannya memang banyak, apabila dia mengalah sangat melelahkan mengangkat barang sebanyak itu, dan dia berpikir apa sebaiknya tak usah dihirau saja perkataan namja ini

“ terserah apa katamu, aku tidak punya banyak waktu untuk bernegosiasi dengan mu” ujar zhe na kembali membalikkan badannya ke arah kasir

“ ahjussi berapa semuanya?

“ yeoja egois…..” ujar namja tersebut sambil menggelang- gelengkan kepalanya

Sesampainya zhe na dirumah diletakkannya semua barang belanjaan diatas meja makan, dilihatnya jam tangan sudah menunjukkan pukul 09: 20, masih ada 40 menit untuk zhe na bersiap- siap pergi kekampus

 
“ biar omma saja yang merapikan ini” ujar zhena, setelah meletakkan barang belanjaannya dia berjalan menuju kamarnya untuk bersiap- siap pergi ke kampus.
Setelah selesai bersiap- siap zhe na langsung pergi kekampus, dilihatnya dapur sebentar, barang- barang belanjaan masih seperti semula, “ omma kemana? Ujarnya dalam hati

 
“ dari mana saja kau hyung? Jinki yang sedang asyik menonton siaran tv favoritnya mengalihkan pandangannya dan melirik sekilas ke arah taemin yang sudah duduk disebelahnya

 
“ coba ceritakan padaku kenapa aku bisa dekat dengan orang seperti mu, taemini…”

 
“ hahahaha…apa nkau lupa hyung? Marga kita sama” ujar taemin dengan bangganya menjawab, walaupun dia juga tau bukan karna marga mereka dekat
Jinki yang mendengar jawaban taemin hanya tersenyum dan menghembuskan nafasnya ringan, dilihatnya wajah taemin sedikit berkerut dibagian dahinya, seperti seseorang yang menyimpan beberapa masalah

 
“ ada apa lagi nkau kesini? Dan kenapa wajah mu kelihatan tua? Jinki tau alasan taemin datang kerumahnya, jika tidak punya masalah mana sudi anak ini datang kerumahku ujar jinki dalam hati

 
“ apa salah jika aku hanya merindukanmu hyung? Jinja? Apa aku terlihat tua? Tanya taemin seraya memijit-mijit ringan wajahnya

 
“ tidak, tapi itu terlalu aneh bagiku jika nkau datang hanya karena merindukanku, dan dari wajah mu yang terlihat tua itu sudah kelihatan, bareba….”

 
“ aaah…kreuchi .memang ada alasan lain, tapi alasan pertamanya bogoshipo hyung, jinja…”

 
“ sudah kutebak, apa lagi sekarang?

 
“ hehehehehe, ireoke hyung..”
Taemin menjelaskan maksud dari kedatangannya ke rumah jinki, taemin seorang namja yang sudah dianggap sebagai adik oleh jinki walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah sedikit pun, akan tetapi jinki sangat menyayangi taemin, apalagi jinki tidak mempunyai saudara dan selalu merasa kesepian.

 
“ aaaaaa…ku kira nkau mempunyai masalah yang sangat besar” ujar jinki sedikit lega, “bukankah dari kemarin aku menyuruhmu tinggal disini dengan ku? Ujar jinki

 
“ ne..hyung, tapi kemarin lain cerita, dan sekarang lain cerita, hehehehhe”

 
“ terserah apa katamu, apa kau tidak ada jadwal kuliah hari ini?

 
“ matta ..” diliriknya jam tangan “ aku berangkat hyung”
Sepeninggal taemin pergi, jinki menatap langit, memejamkan matanya dan tersenyum, “ kau tidak pernah berubah”

===

“Sampai disini perkuliahan kita, dan minggu depan kita libur” ujar seorang dosen yang menandakan perkuliahan sudah selesai, zhe na memasukkan bukunya didalam tas, sera yang melihat itu menghampiri zhe na

 
“ apa nau ada acara lain hari ini?

 
“ emmm? Anni wae?

 
“ mau main kerumahku? kau sudah lama tidak main kerumah, omma selalu menanyaimu”

 
“ne..geure.., tapi aku main kesana bukan karena ajakanmu, tapi ini karena aku merindukan ommamu dan aku takut omma mu tidak akan menghiraukanmu karena terlalu merindukanku, kajja…”

 
“ aissshh..jinja, terserah apa katamu, kajja” mereka berdua pergi bersama- sama ke rumah sera, sesampainya dirumah sera, mereka langsung masuk kedalam rumah.

 
“ mau langsng ke kamar, apa mau melihat omma? kalau mau melihat omma dia ada didapur, pergi saja kesana, aku mau ganti pakaian dulu” tanya sera

 
Zhe na memilih untuk menyapa eommanya sera dulu, dan ia berjalan menuju dapur untuk menyapa omma sera yang sudah lama tidak bertemu, sesampainya didapur tidak ada siapapun disana “ ahjumma kemana? apa dia ada dibelakang? Akhirnya gadis itu memeutuskan untuk mencari eomma sera dibelakang rumah

 
“ ahjumma, apa nkau ada disini?

 
“ omo….” teriak zhena terkejut, tiba- tiba ada seorang namja yang muncul didepannya dengan wajah yang bisa dikatakan kotor, namja itu hanya tersenyum dengan wajah yang tertutupi sedikit tanah itu masih kelihatan senyumya yang manis.

 
“ hahahahha, wajahmu lucu” ujar namja tersebut melihat wajah kagetnya zhe na
Zhe na yang mendengar perkataan namja itu hanya memandang heran kearah namja tersebut, namja yang dipandang tidak ambil pusing dengan pandangan heran zhe na, namja tersbut langsung mencari air untuk membersihkan wajah dan tangannya yang kotor.

 
“ zhe na ya….kau datang? illuwa…, ahjumma yeogi isseoyo…”
Pandangan zhe na terhadap namja tersebut teralihkan dengan suara ommanya sera, dilihatnya ahjumma sudah melambai- lambaikan tangan dari tempat yang tidak terlalu jauh darinya, gadis itu pun langsung berjalan ke arah eomma sera

 
“ aigoo..zhe naya, uri manne”

 
“ ne ahjumma, aku sangat merindukan mu, makanya aku datang kesini”

 
“ jinja?” ujar omma sera

 
“ ne ahjumma”

 
“ eomonim, aku sudah menyelesaikan menggali tanah yang disana, ada yang bisa kulakukan lagi? tanya namja tadi yang sudah ada didekat zhe na dan omma sera

 
“ oo..matta, ini keponakan ahjumma, minho~a, kau bantu meletakkan tanaman ini disini, eomonim ingin membuatkan makanan didalam”

 
“ ne eomonim”
Selepas ahjumma pergi, zhe na mengambil pot bunga dan meletakkan tanaman kedalamnya, minho yang melihat zhe na tidak berbicara padanya, duduk disebelah zhe na

 
“ apa kau yang bernama zhe na?

 
Gadis itu terdiam mendengar minho menyebutkan namanya, berbagai macam pertanyaan muncul dalam pikirannya

 
“ aku mendengar eomonim memanggil namamu tadi, jadi jangan merasa aneh kalau aku mengetahui namamu, kenalkan nama ku choi minho” minho mengenalkan diri seraya mengulurkan tangannya

 
“ ouch…gereuke, tangan mu kotor” zhe na mengelak untuk bersalaman dengan minho, “jadi dia tau namaku dari…huh..ku kira dia tau dari mana” pikir gadis itu dalam hati

 
“ bukankah tanganmu juga kotor nona? Ujar minho dan dengan cepat ia meraih tangan zhe na, “ jika ada yang mengajak kita berkenalan, alangkah baikanya kita melihat wajahnya sambil menatap matanya dan berjabat tangan” perlakuan minho membuat gadis itu menatap tajam kearahnya, minho tidak ambil pusing dengan tatapan zhe na dia hanya mengeratkan genggaman tangannya

 
“ jika nkau menatapku seperti itu, aku ingatkan hanya menghitung menit kau akan jatuh cinta padaku nona”

 
Zhe na reflek melepaskan tangannya dari genggaman minho, “ dan jangan menghayal terlalu tinggi agasshi!!!!!”

 
“ hahahahha…ternyata wajah mu semakin lucu jika kau marah nona”
Melihat minho tertawa terbahak- bahak seperti itu membuat zhe na ingin tertawa tetapi ditahannya, karena takut ketahuan sama minho kalau dia tertawa, zhe na bukan lah yeoja yang sombong, dia hanya tertutup dengan orang- orang baru dikenalnya

 
“ apa kau tidak akan berhenti tertawa agasshi?

 
“ berhentilah memanggilku agasshi, itu tidak enak didengar oleh telingaku, panggil saja aku minho”

 
“ dan berhenti juga memanggilku nona? Balas zhe na

===

Tok…tok…tok….tok…taemin terus memainkan sendoknya
“Berhentilah memainkan sendokmu taemin”

 
“ ne hyung, hyung…”

 
“ wae? Jawab jinki

 
“ apa benar kau akan mengajar di universitasku?

 
“ daebak…ternyata cepat juga kau mengetahuinya”

 
“ jadi itu benar hyung?

 
“ ne” jinki menjawab pertanyaan taemin dengan singkat

 
“ kalau aku jadi kau hyung, dengan kekayaan seperti ini, apalagi kau pintar aku tidak akan memilih jadi dosen, gaji dosen Cuma sedikit” tutur taemin

 
“ dan untungnya aku bukan nkau taemini, cepat habiskan makananmu dan bereskan meja, aku mau pergi, dan kau jangan keluar kemana- kemana, jika kau keluar tanpa seizinku,” jinki memiringkan kepalanya kearah pintu

 
“ ne..ne, arasso” cepat- cepat taemin menjawabnya

===

Jinki hanya menatap rumah dari jarak yang amat jauh, tidak berkutik sedikitpun hanya terus menatap rumah yang ada didepannya, sampai lampunya mati jinki baru pulang ke rumah, didalam perjalan pulang jinki hanya menatap jalanan dengan tatapan yang tak bisa diartikan, ‘

 
“ apakah anak itu sudah tidur? Ujar jinki melihat lampu-lampu belum dimatikan
Jinki melemparkan jaket yang dipakainya kesofa, tanpa disadarnya taemin sedang tidur disofa tersebut, diambilnya air minum selesai minum dia bergegas naik ke atas, sebelum masuk ke dalam kamarnya dilihatnya kamar taemin yang masih menyala, dilihatnya jam sudah menunjukkan jam 11: 34,

 
“ apa yang anak itu lakukan sampai belum tidur jam sekarang? Dibukanya pintu kamar taemin, dan dilihatnya tidak ada orang didalam kamar taemin, cepat- cepat jinki mengambil ponsel dan menghubungi no ponsel taemin, dan ternyata ponsel taemin ada didalam kamar

 
“ aisssh…kemana anak itu pergi jam segini belum pulang?
Jinki turun kebawah, dan mengambil jaketnya niat jinki ingin mencari taemin ke club- club malam yang biasa didatangi taemin ketika dia suntuk, tapi saat jinki mengambil jaketnya, baru jinki sadar bahwa taemin sedang terlelap tidur diatas sofa, dengan melihat taemin tidur disofa membuat jinki menghela nafas lega

 
“ anak ini selalu membuatku khawatir” jinki menggoyang- goyangkan badan taemin “taemini, ireona…masuk kedalam kamarmu, jika nkau tidur disini nkau akan masuk angin, dan aku masih ada kerjaan lain, selain mengurus mu sakit”

 
Taemin membuka matanya ketika sadar ada yang menggoyang- goyangkan badannya “ kau sudah pulang hyung? Tanya taemin pada jinki seraya membuka matanya

 
“ ayo masuk kekamarmu, dan jangan menungguku seperti ini lagi” Taemin tidak mendengar perkataan jinki, ia langsung berjalan menuju kamarnya

 
“ anak itu kapan mau dewasanya?
Selepas taemin naik keatas jinki duduk disofa, dan dilihatnya ada amplop diatas meja, diambilnya amplop tersebut, alis mata jinki langsung menyatu jadi satu melihat amplop tersebut sudah dibuka

 
“ apa taemin sudah melihat isi yang ada didalam amplop ini?

===

Mianhe kalau ceritanya kurang seru dan gaje, tapi ini yang ada dalam pikiran author, sebenarnya mau buat yang agak seru, tapi gak tau kata- kata atau cara mau mulainya, author mohon dukungan kalian bagi yang punya kritik dan saran bisa ditulis dikomentar, mohon kerja samanya all….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s