Morning Delight #part 2 (that man)


MORNING

Nb: tulisan yang bercetak miring merupkan kisah masa lalu, atau kejadian sebelumnya

Selamat membaca

==

Author: Zhakiah
Length: chaptered
Genre: sad, angst, romantis
Oc: Im yae na
Oh Sehun
Dll
==

part 1

Review part before
Alarm yae na berbunyi dengan sangat kerasnya dan membuat yae na terbangun dari tidur, diraihnta jam beker yang sedari tadi berbunyi dan dimatikannya, yae na bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka, setelah selesai yae na mengambil jaket warna biru di dalam lemari pakaian, agar dia tidak kedinginan dan dengan cepat yae na melangkah menuju lantai atas rumahku, setiba disana seperti biasa yae na akan duduk menghadap arah matahari yang terbit

“ satu…dua tiga..empat….” yae na menghitung detik- detik saat matahari akan terbit dan tak berapa lama yae na terpaku dengan indahnya sinar yang terpancar dari matahari, yae na tidak pernah merasa bosan dengan kegiatan rutinnya dipagi hari

Yae na memejamkan matanya dan mencondongkan wajah dan tubuhnya ke arah matahari, setelah merasa puas dan matahari sudah berada diatas barulah yae na masuk ke dalam rumahnya, dan melirik sekilas ke arah rumah tetangga barunya, karena terlalu silau membuat yae na tidak bisa melihat jelas pada seseorang yang berdiri membelakangi matahari, yae na mengernyitkan dahinya

“ dari cara dia berdiri,seperti…” ujar yae na masih melihat ke arah namja yang ada di lantai atas rumah tetangga barunya

Next—
“ yae na~ya” suara baekhyun mengalihkan perhatian yae na, buru- buru gadis itu melirik ke arah pemilik suara

wae?”

“ apa kau ada kuliahan hari ini? Tanya baekhyun kepada yae na yang masih menatap tak suka ke baekhyun

ne, wae? Gadis itu menjawab dengan cepat seraya berjalan masuk ke dalam rumahnya, baekhyun yang melihat yae na masuk ke rumah, membuntuti dari belakang

keunhyang” jawab baekhyun

Yae na masuk ke dalam kamarnya, baekhyun memilih menonton televisi, terdengar suara ponsel baekhyun berbunyi, dengan cepat baekhyun mengangkatnya

ne..”

arasso
Setelah baekhyun menjawab panggilan itu, diambilnya kertas didalam lemari dibawa televisi, dan ia membuat surat untuk yae na dan meninggalkannya begitu saja di atas meja makan rumah yae na, dan bergegas pergi menuju bandara
Setelah selesai mandi yae na memutuskan untuk membuat makanan, mumpung ia masuk kuliah siang, mungkin baekhyun juga belum makan pikirnya, setelah keluar dari kamar gadis itu tidak menemukan baekhyun dimana pun

“ mungkin dia ada kuliah tambahan” pikir yae na
Akhirnya yae na memutuskan memasak pancake sayuran saja, gadis itu melewati meja makan tanpa melihat ke arah meja yang dimana ada surat dari baekhyun, setelah selesai masak baru yae na sadar ada selembar surat diatas meja makan, diambilnya dan dibaanya

“ aku ke busan, akan aku hubungi setelah sampai, jangan naik bus, naik taxsi saja”
“ tidak kau hubungi juga gak papa, dan aku bukan anak kecil baek…” jawab yae na setelah membaca surat dari baekhyun, baekhyun memang seperti itu, selalu mengkhwatirkan yae na kalau gadis itu tidak ada didekatnya, tapi yae na tidak pernah menganggap itu sebuah perhatian gadis itu selalu menganggap baekhyun terlalu cerewet dan banyak perintah

Yae na memutuskan untuk naik bus, gadis itu bergegas berjalan menuju halte, setelah sampai ia duduk menunggu bus datang, yae na yang tidak pernah naik bus, tidak tau kalau jam segini tidak ada bus yang datang.

“ apa kau menunggu bus?” tanya seorang namja yang sangat tampan, putih dan tinggi dari jendela mobilnya, yae na yang merasa dia diajak bicara menunjuk dirinya sambil melihat ke kanan dan kiri mana tau ada orang yang lain, ternyata tidak ada siapa selain mereka berdua, dan namja itu hanya mengangguk mengiyakan

“ ne, tapi dari tadi tidak ada yang datang” jawab yae na polos, tidak seperti biasanya yae na polos dihadapan orang, apa karena paras najma yang ada didepannya terlalu sempurna?

Namja hanya tersenyum kecil, mendengar jawaban gadis itu,” naik lah” tawar namja itu seraya menggerakkan kepalanya menunjuk ke arah bangku, melihat tidak ada respon dari yae na akhirnya namja kembali menawarkan bantuan” naik lah, bukankah kau ingin pergi kuliah, kita berada dikampus yang sama”
Akhirnya yae na memutuskan untuk ikut dengan namja yang baru di kenalnya” nan oh sehun imnida” ujar sehun seraya mengenalkan diri

“ aaaa…Im yae na imnida” balas yae na

“ aku tetangga baru dekat rumahmu”
Yae na menoleh ke arah sehun, seraya mengernyitkan alisnya, “ aku tau dari teman laki- laki mu, dan tadi aku melihat kau keluar dari rumah itu, makanya aku tau kau pemiliki rumah disamping rumahku” sehun menjelaskan semuanya tanpa diminta oleh yae na

“ aaaa…” ujar yae na seraya mengangguk-ngangguk kepalanya, “ anak itu….”

“ apa dia pacarmu? Pertanyaan sehun membuat yae na tertawa, sehun melihat yae na tertawa hanya tersenyum seraya melihat wajah yae na dari kaca yang ada didepan mobilnya

“ baekhyun? Pacar?” ujar yae na

“ jadi namanya baekhyun? Tanya sehun, dan hanya dijawab dengan angukan kepala oleh yae na “ jadi dia bukan pacarmu? Syukurlah” ujar sehun di dalam hati

“ aku dan baekhyun sudah lama dekat, dan dia sahabat yang sangat cerewet” ujar yae na setelah berhenti dari tawanya, dam tidak berapa lama mereka sampai dikampus, dan mereka pergi ke kelas masing- masing

“ mau pulang bareng? Tawar sehun kepada yae na, yang hanya dibalas dengan lambaian tangan yang menandakan tidak perlu, sehun hanya tersenyum melihat yae na

Setelah sampai dikelas yae na, memilih bangku paling belakang samping sebelah kiri, dan membaca novel yang belum sempat ia baca setelah kemarin membelinya, tidak berapa lama kemudian datanglah dosen pada mata kuliah itu

“ kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan diri” ujar dosen tersebut mempersilahkan sehun untuk memperkenalkan diri

“ nan oh sehun imnida, mohon kerja samanya” perkataan sehun singkat,tapi berhasil membuat yae na mengalihkan pandangannya dari novel ke sehun, dan ternyata itu benar,sehun tetangga barunya juga temannya dikelas psi,kesenian

“ silahkan cari bangku yang masih kosong”
Sehun mengangguk seraya mengarahkan pusat pandangannya keseluruh bangku untuk mencari bangku yang masih kosong, ternyata hanya ada satu bangku yang tersisa, tepat disamping bangku sebelah yae na, dan sehun bergegas menuju bangku tersebut

“ kita bertemu lagi” sapa sehun kepada yae na
Yae na tak mengubris perkataan sehun, dan lanjut membaca novelnya, yae na bukan yeoja yang tk suka mendengar dosen yang sedang mengajar, ia hanya bosan karena dosen kesenian ini hanya menjelaskan itu-itu saja sampai membuat yae na hapal dengan materi itu

Akhirnya mata kulias psi.kesenian selesai, yae na hanya punya satu mata kuliah,memutuskan untuk pulang, diliriknya sehun masih ada dibangku sebelahnya,yaena hanya lewat tanpa mengucapkan sepatah kata, sehun yang melihat yae na tak menyapanya, buru- buru mengejar yae na

“ chakaman” ucapan sehun berhasil membuat yae namenghentikan langkahnya, dan memutarkan tubuhnya ke arah sehun “ wae? Tanya yae na

“ apa kau mau pulang?”

“ ne, wae?

“ mau barengan? Tawar sehun, mudah-mudahan dia mau, do’a sehun dalam hati

“ anni, aku mau ke toko buku dulu, kau duluan saja” tolak yae na

“ aku juga mau ke toko buku, jadi kita bisa pergi bareng” ucap sehun dengan cepat, dan akhirnya yae na menganggukkan kepalanya, tanpa yae na sadari hanya dengan anggukan membuat sehun sangat bahagia

**

Sesampainya ditoko buku yae na langsung menuju tempat khusus untuk membaca, dan memilih tempat biasa ia duduk, ternyata sehun masih mengikuti yae na dari belakang,”bukannya kau mau cari buku?” tanya gadis itu kepada sehun yang dari tadi mengikutinya dari belakang, dan berhasil membuat sehun salting

“ aaa…gaeure, ku kira disini ada buku yang bisa dicari”
Yae na menunjuk ke arah tulisan yang mengatakan, ini tempat khusus membaca, berhasil membuat membuat sehun malu didepan yae na, dan akhirnya ia keluar dari ruangan itu dan mencari buku

Kegiatan membaca yae na seketika terhenti, karena ponselnya berdering, dan dilihatnya dari baekhyun “ ne…”

“ apa kau sudah di rumah?” tanya baekhyun seperti seorang ayah mengkhwatirkan anak perempuannya

“ anni, aku di tempat biasa”

“ kau naik taksi apa bus?” tanya baekhyun

“ aku tidak naik, kedua- duanya?”

“ geurom?”…

“ ada orang yang berbaik hati, memberikan tumpangannya kepadaku”

“ nugu?”

“ tetangga baruku”

“ WAE….? teriak baekhyun berhasil membuat yae na pekak dan menjauh kan telinganya dari ponsel

“ yak…kenapa kau bertriak? Yae na protes dengan teriakannya baekhyun yang kuat dan berhasil membuat telinganya pekak.

“ aku tidak menyuruhmu pergi dengannya”

“ baek….” ujar yae na..

“ wae…?”

“ aku bukan anak kecil, aku tau mana yang baik dan mana yang buruk, jadi berhentilah mengomeliku seperti ini, keno” ujar yae na..

“ …. “…”…

Yae na melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan jam 5 sore, yae na akhirnya bergegas untuk pulang, setelah keluar dari ruangan membaca yae na melihat sehun masih ada ditoko, dan menyapanya “ kau belum pulang?” tanya yae na setelah sampai di dekat sehun

aji, aku menunggu mu” jawab sehun
Yae na tersenyum mendengar jawaban sehun, “ kaja” dan akhirnya mereka bergegas untuk pulang.

**

Seperti biasa sebelum matahari terbit yae na sudah berada dilantai atas rumahnya untuk melihat sunrise, dan karena hari ini libur yae na memutuskan untuk tidur setelah melihat sunrise. Hari sudah menunjukkan pukul 9 akhirnya yae na bangun dari tidurnya dan bergegas masuk ke dalam rumah.

Belum sempat yae na masuk ke dalam rumah, terdengar suara sehun memanggilnya, yae na mencari- cari sumber suara, dan akhirnya menemukan suara sehun ada dibawah“ wae?”

illuwa” ujar sehun menyuruh yae na keluar dan turun ke bawah, yae na menuruti perkataan sehun, dan memutuskan untuk turun ke bawah “ wae?” yae na bertanya kepada sehun kenapa ia memanggil yae na ke bawah

“ aku memasak banyak, apa kau ingin makan dirumahku, sekalian syukuran pindahan rumah baru” tawar sehun

anni, aku bisa masak sendiri” tolak yae na, kruk…kruk…suara perut yae na seperti sudah memberontak minta diisi, sehun yang mendengar suara perut yae na, dengan cepat menarik lengan yae na dan membawa gadis itu ke rumah
Setelah sampai dirumah sehun, sehun langsung mendudukkan yae na dikursi meja makan “ lihatlah makanan ini sangat banyak, aku sendiri tidak sanggup memakannya, dan jika tidak dimakan mereka akan basi” tutur sehun

Yae na mengalah dan memutuskan untuk menerima undangan sehun yang mengajaknya makan di rumah barunya, toh Cuma disuruh makan doank susah batin yae na

palli mogo” ucap sehun menyadarkan lamunan yae na

ne….”
Tanpa yae na ketahui bahwa sehun sengaja masak banyak, agar ia bisa makan bersama yae na, sekali- kali sehun mencuri pandang ke arah yae na tanpa diketahui yae na, sehun sangat senang melihat yae na makan masakannya dengan sangat lahap, yae na ~ ya, apa kau tidak ingat denganku? Tanya sehun dalam hati seraya melirik ke arah yae na

**

Annyeong yeorabun, masih kurang seru ya? mian..mian..mian, pasti gaje kan? Hahhaa jangan lupa comentnya ya all, and NO PLAGIAT, ini ff murni dari imajinasi author, kalau kurang seru mian hanbomun, hehehe kalau ada coment author lanjutkan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s